JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Operasi Gabungan (Opgab) Kepatuhan Pajak yang digelar oleh PPD, Bapenda, dan Satlantas Polres Sumenep berlangsung tertib dan lancar, Rabu (28/1/2026). Kegiatan ini digelar di dua titik strategis, yakni Jalan Lingkar Barat Desa Babbalan dan Jalan Raya Sumenep–Lenteng, Desa Gelugur.
Sejak pagi, petugas Satlantas Polres Sumenep, termasuk Polwan, memeriksa kendaraan bermotor yang melintas. Selain menegakkan kepatuhan pajak, operasi ini juga dimanfaatkan sebagai edukasi keselamatan berkendara. Di lapangan, tampak Kepala UPT PPD Sumenep, Samtiono, S.H., M.H., Kepala Bapenda Ferdiansyah Tetrajaya, S.H., M.H., dan Kasat Lantas AKP Beny Kuncoro, S.T.R., S.I.K., turun langsung memantau pelaksanaan operasi.

Hasil operasi menunjukkan masih ada warga yang belum menunaikan kewajibannya. Di Jalan Lingkar Barat Desa Babbalan, petugas mencatat enam kendaraan yang belum memperpanjang STNK, sementara delapan pelanggaran serupa ditemukan di Jalan Raya Sumenep–Lenteng.
Menanggapi temuan ini, Kepala UPT PPD Sumenep, Samtiono, S.H., M.H., mengatakan bahwa operasi bukan sekadar penindakan, melainkan juga upaya edukasi. “Kami mencatat total 14 pelanggaran di dua lokasi. Hal ini menunjukkan masih banyak masyarakat yang belum sepenuhnya patuh, meskipun sosialisasi telah dilakukan. Melalui operasi ini, kami berharap warga lebih disiplin dalam memenuhi kewajiban pajak kendaraan bermotor,” ujarnya.

Selain penindakan, kegiatan ini juga diwarnai aksi edukatif. Kasat Lantas Polres Sumenep, AKP Beny Kuncoro, S.T.R., S.I.K., menyerahkan 7 helm kepada pengendara roda dua di dua titik lokasi operasi. Pembagian helm dilakukan sebagai bagian kampanye keselamatan berlalu lintas. “Kami membagikan helm ini agar pengendara lebih sadar akan keselamatan. Selain menegakkan kepatuhan pajak, kami ingin masyarakat memahami pentingnya perlindungan diri di jalan. Helm yang diberikan di dua lokasi ini semoga bermanfaat dan menjadi pengingat bagi warga untuk selalu mematuhi aturan,” jelas AKP Beny Kuncoro.
Sementara itu, Kepala Bapenda Kabupaten Sumenep, Ferdiansyah Tetrajaya, menekankan pentingnya sinergitas antarinstansi. Menurutnya, keberhasilan operasi gabungan ini tidak lepas dari koordinasi yang baik antara Bapenda, UPT PPD, dan Satlantas Polres Sumenep. “Sinergi ini memastikan operasi berjalan tertib, edukatif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami ingin penegakan pajak kendaraan bermotor bukan hanya disiplin administratif, tapi juga membangun kesadaran warga akan pentingnya aturan,” jelas Ferdiansyah.

Di sisi lain, perwakilan Jasa Raharja Sumenep Aditya berharap operasi gabungan ini dapat menambah ketaatan pengendara sekaligus meningkatkan keselamatan di jalan. “Kami mendukung penuh kegiatan ini karena selain menegakkan kepatuhan pajak, hal ini juga demi keselamatan kita bersama. Semoga masyarakat lebih disiplin dan memprioritaskan keselamatan saat berkendara,” harap dia.
Operasi gabungan ini diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap pajak kendaraan bermotor sekaligus menjaga ketertiban lalu lintas di Kabupaten Sumenep. Sinergi antarinstansi pemerintah menjadi contoh praktik penegakan hukum yang humanis, edukatif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat sekaligus pembangunan daerah. (REDJAVA/$$$)












