JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Pemerhati seni di Kabupaten Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH, MH turut hadir pada Pagelaran Parade Musik Keroncong di Halaman Hotel El-malik kabupaten Sumenep, Madura Hawa Timur, Sabtu 13 Oktober 2024 malam.
Turut hadir juga Kepala Bappeda Sumenep, Kepala Disbudporapar, Kepala Dispendukcapil, Kepala Dinkes P2KB Sumenep, Dirut Bank BPRS Bhakti Sumekar serta Pimpinan OPD dan tamu terundang lainnya.
Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH, MH dalam sambutannya menyampaikan bahwa pihaknya meskipun dalam masa cuti untuk berkampanye namun tetap menjadi Pemerhati Seni.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya sampaikan terima kasih kepada seluruh panitia, khususnya Paguyuban Keroncong yang memiliki semangat yang konsisten dengan keroncongnya sejak dirinya Wakil Bupati hingga saat ini,” katanya di sela-sela sambutannya, Sabtu 13 Oktober 2024 malam.
Selamat datang seluruh peserta di kabupaten Sumenep, meskipun saat ini Kabupaten Sumenep curah hujannya masih rendah dengan situasi cuacanya saat siang hari masih panas.
Musik Keroncong menurutnya secara alunan lagu memiliki ciri khas yang berbeda dari musik-musik lain, kalau keroncong kombinasi musiknya dari timur dan barat.
“Ya, mungkin jika didengarkan sepertinya mudah, tapi ketukan-ketukannya itu yang susah. Cara menyanyikannya juga harus profesional, karena jika tidak profesional akan keseleo. Beda dengan POP, dangdut dan rock jika keseleo masih bisa diperbaiki dan ditutupi,” ungkapnya.
Cak fauzi sapaan akrabnya menjelaskan bahwa yang paling berat dari Musik Keroncong ini adalah cara mengatur nafasnya saat bernyanyi dan tidak semua orang bisa menyanyikan musik Keroncong.
Dirinya mengapresiasi Pamori Sumenep karena telah menjaga musik Keroncong di kabupaten sumenep ini yang sudah mulai terkikis.

“Dengan keberadaan mereka (red.Pamori) bisa mewariskan seni musik Keroncong ini kepada generasi penerus, khususnya di Kabupaten Sumenep,” terangnya.
“Kalau dulu, Musik Keroncong itu di tampilkan orang tua, tapi sekarang Generasi GenZ juga mulai mempelajari dan menampilkan Musik Keroncong ini, seperti yang tampil tadi siang misalnya,” imbuhnya.
Dengan adanya yang muda ini, Keroncong modern ini pasti lebih terlihat. Nanti akan berbeda dengan yang dahulu.
“Maka harapan kami kedepan, Pemkab sumenep dengan kegiatan yang dilaksanakan ini bisa terus dilaksanakan di tahun depan,” jelasnya.
Lebih lanjut, karena memang prinsip keadilan harus ada dimana-mana. Maka Semua kesenianan harus difasilitasi untuk memberikan ruang kepada masyarakat Sumenep.
“Ruang itu harus diberikan, Pemkab Sumenep sebagai fasilitator harus memberikan ruang itu, misalnya dimasukkan ke kalender event. Sehingga, yang tidak suka menjadi suka dan yang tidak tahu menjadi tahu,” lanjut dia.
Dirinya mengapresiasi kegiatan yang dihadiri dari berbagai kabupaten di Jawa Timur malam ini.
“Tahun depan jangan lagi hanya se-jawa Timur, tapi harus nasional juga,” harap Achmad Fauzi Wongsojudo.
Sebagai pemerhati seni, ia menjelaskan bahwa seni ini merupakan kekuatan dalam membangun hal apapun di daerah. Karena kalau tidak ada seni, maka akan keras-keras semua.
“Orang seni itu biasanya selalu tersenyum seperti tidak ada masalah dan tidak ada apa-apa, karena seni itu lembut,” pungkasnya.
Dalam kesempatan ini Achmad Fauzi Wongsojudo juga menyumbangkan sebuah lagu Keroncong membuat pengunjung dan peserta di lokasi bergemuruh.
Selain itu diberikan santunan kepada anak yatim yang langsung diberikan oleh Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH, MH.
Diketahui, pada pagelaran Musik Keroncong tersebut, panitia akan memberikan penghargaan dengan kategori, Penyaji terbaik sebanyak 5 Grup, Grup Favorit 5 Grup, dan The best winner 8 Grup. (REDJAVA****)










