Keberadaan Rokok Bodong di Jatim Resmi Dilaporkan Gaki ke Kemenkeu Cq. Ditjen Bea dan Cukai

- Redaksi

Senin, 15 Juli 2024 - 16:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua GAKI Jatim Achmad Farid Azziyadi Saat Dikonfirmasi Awak Media Usai Melaporkan Rokok Bodong, Senin (15/07/2024)

Ketua GAKI Jatim Achmad Farid Azziyadi Saat Dikonfirmasi Awak Media Usai Melaporkan Rokok Bodong, Senin (15/07/2024)

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Pasca viral di jagad Maya soal podcastnya tentang massifnya peredaran rokok bodong alias rokok tidak dilengkapi pita cukai, kini Nahkoda Gugus Anti Korupsi Indonesia Jawa Timur (GAKI Jatim) Ach. Farid Azziyadi resmi melaporkan puluhan merk rokok bodong ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Cq. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai RI. Senin (15/7/2024).

Hal tersebut diketahui saat Farid GAKI, panggilan karib ketua GAKI Jatim melayangkan surat laporan kepada Kemenkeu Cq. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai pusat di Jakarta melalui Kantor Pos Cabang Sumenep, sekaligus megantarkan tembusan laporan ke Mapolres Sumenep, Diskop UKM dan Perindag dan Satpol PP Kabupaten Sumenep.

Saat ditemui awak media di Mapolres Sumenep, Ach. Farid Azziyadi mengungkapkan, alasan dirinya menindaklanjuti ke ranah pelaporan ihwal keberadaan rokok bodong di Jawa Timur khususnya di Madura karena rokok illegal tanpa cukai berpotensi sangat merugikan Negara.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adapun bentuk kerugian Negaranya kata Farid, antara lain potensi penerimaan Negara berkurang dari cukai rokok, dari Pajak Pendapatan dan Pajak Perusahaan.

“Iya tadi itu ke kasi umum Polres Sumenep menyerahkan apa namanya tembusan laporan yang ke Mabes Polri dan Bareskrim ya dan juga ke menteri keuangan Dirjen Bea dan Cukai terkait merek-merek rokok ilegal,” kata Ach. Farid Azziyadi, Ketua GAKI Jatim saat diwawancara awak media di Mapolres Sumenep.

Baca Juga :  Kayu Batangan Milik MWC NU Kecamatan Lenteng Terbakar, Kerugian Ditaksir Mencapai 6 Jutaan

Bahkan, Pihaknya sudah mengantongi puluhan merek rokok Ilegal dan telah dijadikan lampiran dalam laporannya ke Kemenkeu Cq. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai di Jakarta.

“Ada 60 merek rokok itu jelas ya di materi itu lengkap di materi. Laporan itu ada 60 merek rokok ilegal,” tegas Farid sambil menunjukkan dokumen laporannya.

Berdasarkan kajian Gugus Anti Korupsi Indonesia Jawa Timur (GAKI Jatim) Hal itu diduga kuat melanggar: 1. UU. No.39 Tahun 2007 Tentang Bea Cukai. Seperti dalam Pasal 52 Pengusaha pabrik atau pengusaha tempat penyimpanan yang mengeluarkan barang kena cukai dari pabrik atau tempat penyimpanan tanpa mengindahkan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1) dengan maksud mengelakkan pembayaran cukai dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun dan pidana denda paling sedikit 2 (dua) kali nilai cukai dan paling banyak 10 (sepuluh) kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.

Selain itu, dalam Pasal 53 Setiap orang yang dengan sengaja memperlihatkan atau menyerahkan buku, catatan, dan/atau dokumen, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 ayat (1) atau laporan keuangan, buku, catatan dan dokumen yang menjadi bukti dasar pembukuan, dan dokumen lain yang berkaitan dengan kegiatan usaha, termasuk data elektronik serta surat yang berkaitan dengan kegiatan di bidang cukai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39 ayat (1b) yang palsu atau dipalsukan, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 6 (enam) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp75.000.000,00 (tujuh puluh lima juta rupiah) dan paling banyak Rp750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah).

Baca Juga :  Polda Jatim Beberkan Motif Pembacokan di Ketapang Laok Sampang

Lanjut Farid, Pasal 54 Setiap orang yang menawarkan, menyerahkan, menjual, atau menyediakan untuk dijual barang kena cukai yang tidak dikemas untuk penjualan eceran atau tidak dilekati pita cukai atau tidak dibubuhi tanda pelunasan cukai lainnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun dan/atau pidana denda paling sedikit 2 (dua) kali nilai cukai dan paling banyak 10 (sepuluh) kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.

Pasal 55 Setiap orang yang: a) membuat secara melawan hukum, meniru, atau memalsukan pita cukai atau tanda pelunasan cukai lainnya; b) membeli, menyimpan, mempergunakan, menjual, menawarkan, menyerahkan, menyediakan untuk dijual, atau mengimpor pita cukai atau tanda pelunasan cukai lainnya yang palsu atau dipalsukan; atau c) mempergunakan, menjual, menawarkan, menyerahkan, menyediakan untuk dijual, atau mengimpor pita cukai atau tanda pelunasan cukai lainnya yang sudah dipakai, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 8 (delapan) tahun dan pidana denda paling sedikit 10 (sepuluh) kali nilai cukai dan paling banyak 20 (dua puluh) kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.

Baca Juga :  Kemenag Sumenep Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2025, Abdul Wasid: Momentum Jaga Persatuan

Pasal 56 Setiap orang yang menimbun, menyimpan, memiliki, menjual, menukar, memperoleh, atau memberikan barang kena cukai yang diketahuinya atau patut harus diduganya berasal dari tindak pidana berdasarkan undang-undang ini dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun dan pidana denda paling sedikit 2 (dua) kali nilai cukai dan paling banyak 10 (sepuluh) kali nilai cukai yang seharusnya dibayar. 2. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2021 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi3. Undang-Undang Nomor 08 Tahun 2010 Tentang Tindak Pidana Pencucian Uang.

Atas dasar itulah, nahkoda GAKI Jatim tidak sedikitpun ada keraguan untuk melaporkan puluhan merk rokok yang tidak dilekati pita cukai yang peredarannya sungguh massif di kalangan masyarakat khusunya di kabupaten Sumenep. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi
Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini
Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga

BERITA TERKAIT

Rabu, 16 September 2026 - 08:22 WIB

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi

Minggu, 13 September 2026 - 23:59 WIB

Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

BERITA TERBARU