JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP — Komitmen serius dalam menekan angka stunting di Kabupaten Sumenep kembali ditunjukkan oleh Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kabupaten Sumenep. Melalui Pokja III yang membidangi penguatan ketahanan keluarga, TP PKK menggulirkan aksi nyata berupa pembagian olahan ikan bergizi kepada masyarakat di Kecamatan Dungkek, Senin (14/07/2024).
Ketua TP PKK Kabupaten Sumenep, Nia Kurnia Fauzi, memimpin langsung kegiatan ini sebagai bagian dari program kerja tahunan Pokja III yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup keluarga, termasuk pemenuhan gizi anak dan pemanfaatan sumber daya lokal. Aksi sosial ini juga merupakan hasil kolaborasi antara TP PKK dengan Dinas Perikanan Kabupaten Sumenep serta didukung oleh Baznas Sumenep.

“Kami ingin memperkuat peran keluarga dalam pemenuhan gizi anak, khususnya melalui konsumsi ikan yang kaya protein dan omega-3. Pencegahan stunting bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga harus dimulai dari keluarga,” ujar Nia Kurnia Fauzi.
Dalam kegiatan ini, para ibu mendapatkan paket olahan ikan siap konsumsi sekaligus edukasi mengenai manfaat ikan bagi tumbuh kembang anak. Edukasi juga diberikan tentang bagaimana mengolah ikan menjadi menu sehat dan menarik agar mudah dikonsumsi anak-anak.

Pemilihan Kecamatan Dungkek sebagai lokasi kegiatan didasarkan pada data yang menunjukkan tingkat kerentanan stunting yang masih perlu perhatian khusus. Nia menegaskan bahwa program serupa akan digulirkan secara bergilir ke berbagai kecamatan lainnya.
“Gerakan ini akan terus kami kembangkan. Kami ingin memastikan bahwa setiap anak di Sumenep tumbuh sehat, cerdas, dan bebas dari stunting. Salah satu kuncinya adalah gizi yang cukup dan pola konsumsi yang benar,” tambahnya.
Gerakan ini juga mengangkat kampanye Gemarikan (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan) yang didorong oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan RI sebagai upaya mengangkat potensi kelautan daerah untuk mendukung ketahanan pangan keluarga.
“Melalui langkah ini, TP PKK Kabupaten Sumenep membuktikan bahwa program kerja Pokja III bukan sekadar formalitas, melainkan gerakan nyata yang menyentuh akar permasalahan gizi dan kesehatan masyarakat. Sinergi lintas sektor dan pendekatan berbasis keluarga diyakini menjadi kunci dalam menciptakan generasi emas Sumenep di masa depan,” pungkas Nia Kurnia Fauzi. (REDJAVA****)













