JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP — Inovasi pelayanan publik terus digencarkan oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep.
Kali ini, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sumenep menggelar dialog interaktif bertajuk “Ngulik: Membumikan QRIS di Kota Keris Melalui #ViralSumenep”, bekerja sama dengan RRI Pro 1 Sumenep.
Acara ini dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 10 Oktober 2025 pukul 10.00 WIB, dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube RRI Sumenep Net.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Program tersebut menjadi ruang strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga penyiaran publik dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya transformasi digital.
Dalam program yang dipandu oleh Ani Purnama selaku presenter RRI, hadir sebagai narasumber Suhermanto, S.E., M.E., Kepala Bidang Perencanaan, Pengembangan, Pengendalian, dan Evaluasi Pendapatan Daerah Bapenda Sumenep.
Dialog ini menjadi wadah penting untuk memperluas pemahaman masyarakat terkait sistem pembayaran digital QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), yang kini menjadi salah satu motor penggerak transformasi ekonomi di Kabupaten Sumenep.
Suhermanto menegaskan bahwa penerapan QRIS bukan sekadar tren digital, melainkan sebuah lompatan besar menuju tata kelola keuangan daerah yang transparan, efisien, dan modern.
“QRIS adalah jembatan menuju ekosistem keuangan yang inklusif. Kami di Bapenda berkomitmen agar masyarakat Sumenep dapat menikmati kemudahan bertransaksi tanpa hambatan, dengan cara yang cepat, aman, dan terintegrasi,” kata Suhermanto, Jum’at (10/10/2025)
Ia menjelaskan bahwa QRIS juga menjadi bagian dari upaya mendukung program nasional digitalisasi daerah (TP2DD), yang mendorong percepatan transaksi non-tunai di semua lini pemerintahan dan sektor ekonomi.
“Kami ingin QRIS tidak hanya hadir di instansi pemerintah, tetapi juga membumi di pasar tradisional, UMKM, hingga pedagang kaki lima. Inilah yang kami maksud dengan ‘membumikan QRIS di Kota Keris’,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, perbankan, dan masyarakat agar digitalisasi ekonomi dapat berjalan optimal.
“Tidak ada digitalisasi tanpa sinergi. Kami menggandeng berbagai pihak agar edukasi tentang QRIS sampai ke seluruh lapisan masyarakat, dari kota hingga pelosok desa,” katanya.
Melalui kampanye #ViralSumenep, Bapenda berupaya menghadirkan semangat baru dalam memperkenalkan inovasi digital daerah.
Menurut Suhermanto, kampanye ini bukan sekadar simbol, melainkan gerakan bersama untuk menjadikan Sumenep sebagai daerah pelopor transaksi digital di Madura.
“#ViralSumenep adalah simbol kebangkitan digital. Kami ingin setiap transaksi, sekecil apa pun, bisa tercatat secara digital agar keuangan daerah lebih transparan dan akuntabel,” jelasnya.
Lebih lanjut, Suhermanto menyampaikan harapan besar agar masyarakat dapat beradaptasi dan berperan aktif dalam ekosistem keuangan digital.
“Digitalisasi adalah keniscayaan. Kalau kita ingin Sumenep maju dan modern, maka QRIS harus menjadi bagian dari gaya hidup ekonomi masyarakat,” pungkasnya dengan optimistis.
Acara “Ngulik” ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran publik terhadap manfaat QRIS, sekaligus memperkokoh posisi Sumenep sebagai Kota Keris yang adaptif, inovatif, dan siap bersaing di era ekonomi digital.
Info Program: Jumat, 10 Oktober 2025 Pukul 10.00 WIB RRI Pro 1 Sumenep 101,3 FM YouTube: RRI Sumenep Net (REDJAVA****)








