JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Ramadan bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang memperbanyak amal, berbagi kebahagiaan, dan menumbuhkan rasa empati terhadap sesama. Di tengah semangat itu, Kabupaten Sumenep akan menjadi saksi sebuah inisiatif kemanusiaan yang penuh makna: Ngabuburit Ramadan Bersama Pasien RUPAS Kepulauan Sumenep.
Digagas oleh yayasan Ruang Pasien Indonesia yang sekarang di Sumenep ada Rumah singgah pasien kepulauan (RUPAS Kepulauan), acara ini bertujuan menghadirkan kehangatan bagi para pasien yang tengah menjalani pengobatan di RUPAS Kepulauan Sumenep. Mereka yang jauh dari keluarga, berjuang dengan kondisi kesehatan yang tak selalu mudah, kini akan merasakan indahnya kebersamaan dalam momen berbuka puasa yang berbeda.
Acara ini bukan sekadar ngabuburit biasa. Di dalamnya, akan ada khataman Al-Qur’an, tausiyah keislaman oleh KH. R. Taufiqurrahman Syakur, M.Ag., serta buka puasa bersama yang diharapkan dapat menjadi ladang keberkahan bagi semua yang hadir.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Gus Adi, tokoh muda yang dikenal aktif dalam gerakan sosial dan kemanusiaan, menegaskan bahwa acara ini adalah bentuk nyata kepedulian terhadap mereka yang sering terlupakan dalam hingar-bingar Ramadan.
“Ketika banyak orang menikmati waktu berbuka di rumah bersama keluarga, ada saudara-saudara kita yang justru harus menjalani hari-hari di tempat pengobatan, jauh dari orang-orang terdekat. Mereka tidak hanya butuh perawatan medis, tetapi juga dukungan moral, rasa cinta, dan perhatian. Acara ini hadir untuk memastikan mereka tidak merasa sendirian dalam menjalani ujian hidupnya,” ujarnya kepada media ini, Minggu (09/03/2025).
Lebih lanjut, Gus Adi menekankan bahwa Ramadan seharusnya menjadi momen untuk memperbanyak kepedulian sosial. Berbagi dengan mereka yang sedang sakit adalah salah satu bentuk ibadah yang sering terlupakan.
“Kita diajarkan bahwa tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Berbagi bukan tentang seberapa banyak yang kita miliki, tetapi tentang seberapa besar kepedulian yang kita tanamkan dalam hati. Ngabuburit ini bukan sekadar menunggu waktu berbuka, melainkan menanti keberkahan yang datang dari kepedulian kita terhadap sesama,” tambahnya.
Untuk memastikan acara ini berjalan sukses dan membawa dampak luas, panitia membuka ruang bagi semua pihak untuk berkontribusi. Ada beberapa bentuk kolaborasi yang bisa dilakukan masyarakat, di antaranya:
✅ Donasi dana buat operasional Rumah singgah
✅ Donasi makanan dan minuman untuk iftar
✅ Donasi santunan atau bingkisan untuk para pasien
✅ Kolaborasi dalam kegiatan Ramadan lainnya
Panitia mengajak seluruh elemen masyarakat, baik individu, komunitas, lembaga sosial, hingga para dermawan, untuk mengambil bagian dalam gerakan ini. Bagi yang ingin berpartisipasi atau memberikan donasi, bisa langsung menghubungi hotline RUPAS di 0813-3225-22540.
Acara Ngabuburit Ramadan Bersama Para Pasien di RUPAS (Rumah Singgah) Kepulauan diselenggarakan pada:
Hari/Tanggal: Ahad, 9 Maret 2025
⏰ Waktu: 16.00 – selesai
Lokasi: Jl. Dr. Sutomo, RT 05, RW 03, Kelurahan Pajagalan, Kabupaten Sumenep
Para pengurus rumah singgah berharap dukungan masyarakat menjadi bagian dari perjalanan spiritual yang lebih dalam.
Di tengah kehidupan modern yang serba cepat, sering kali manusia terjebak dalam rutinitas individualisme yang membuat mereka lupa akan makna berbagi. Padahal, Rasulullah SAW mengajarkan bahwa sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang paling bermanfaat bagi sesama.
Semangat inilah yang ingin ditebarkan melalui kegiatan ini. Gus Adi menegaskan bahwa program ini diharapkan menjadi awal dari gerakan sosial yang lebih luas, di mana perhatian terhadap pasien, kaum dhuafa, dan mereka yang membutuhkan bisa terus dilakukan, bukan hanya di bulan Ramadan, tetapi sepanjang tahun.
“Kami berharap ini tidak hanya menjadi acara tahunan, tetapi juga menginspirasi banyak orang untuk lebih peduli terhadap mereka yang sedang diuji dengan sakit. Jika semua orang bisa menyisihkan sedikit dari rezekinya, baik dalam bentuk materi, waktu, atau doa, maka dunia ini akan menjadi tempat yang jauh lebih baik,” ungkapnya.
Sumenep patut berbangga, karena dari kota ini lahir sebuah inisiatif kemanusiaan yang luar biasa. Ngabuburit kali ini bukan sekadar menunggu waktu berbuka, tetapi menunggu berkah yang lebih besar: kepedulian, kebersamaan, dan cinta untuk sesama.
“Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar, tetapi juga tentang berbagi rasa.” pungkas Gus Adi. (REDJAVA****)









