JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Pengasuh Pondok Pesantren Hidayatul Ulum Utara, KHR. Achmad Qusyairi Zaini, S.S., menggelar safari dakwah selama lima hari di enam titik Kepulauan Sapeken, Kabupaten Sumenep. Safari ini berlangsung sejak Selasa (09/09/2025) hingga Senin (15/09/2025), menelusuri dari ujung barat Pulau Sapeken hingga Desa Tanjung Kiok di bagian timur.
Dalam safari dakwahnya, Kiai Qusyairi menyapa masyarakat di berbagai titik, mulai dari pondok pesantren, masjid, hingga musholla. Beberapa lokasi kunjungan antara lain: PP. Minhajussa’adah, PP. Babussalam, Musholla Al-Madinah, Masjid Al-Mubaroq, Masjid Jamik Sepanjang, dan sejumlah musholla serta lembaga pendidikan lainnya.

Pada Jumat lalu, beliau didaulat menjadi imam sekaligus khatib shalat Jumat di salah satu masjid setempat. Dalam ceramahnya, Kiai Qusyairi menekankan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar ritual tahunan atau tradisi semata, melainkan momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai spiritual dan cinta kepada Baginda Nabi.
“Maulid Nabi adalah pengingat luar biasa bagi kita semua. Bukan hanya mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tapi juga menanamkan rasa cinta yang tulus kepada beliau. Dengan cinta itu, kita mampu meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari,” kata Kiai Qusyairi, yang juga menjabat sebagai Ketua FKUB Kabupaten Sumenep.
Beliau menambahkan, keberhasilan sebuah peringatan Maulid dapat diukur dari perubahan hati dan perilaku jamaah.

“Majelis Maulid bisa dikatakan sukses bila setelah pulang, akhlak kita semakin baik, ibadah lebih istiqomah, dan hati yang semula penuh sombong, hasud, iri, atau dengki mulai bersih dari penyakit hati itu. Jika itu tercapai, maka peringatan Maulid benar-benar membawa manfaat,” tegasnya.
Kiai Qusyairi juga menekankan pentingnya menerapkan ajaran Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.
“Cinta kepada Nabi bukan sekadar ucapan atau ritual. Kita harus menghidupkan nilai-nilai beliau: kejujuran, kesabaran, tolong-menolong, dan menjaga silaturahmi. Jika akhlak ini diterapkan, maka setiap masyarakat akan merasakan kedamaian dan keberkahan,” ungkapnya.
Dalam safari dakwah ini, Kiai Qusyairi membagikan pesan inspiratif kepada siswa dan warga di pondok pesantren maupun masyarakat umum.

“Saya ingin setiap anak, setiap warga, memahami bahwa Maulid Nabi adalah sarana memperbaiki diri. Anak-anak harus belajar akhlak mulia, remaja belajar disiplin dan berbakti, orang dewasa belajar sabar dan ikhlas. Semua ini ada dalam teladan Rasulullah SAW,” pungkasnya.
Kegiatan ini membuktikan bahwa dakwah yang tulus dan konsisten mampu menjangkau hingga pelosok kepulauan, menginspirasi masyarakat, dan menanamkan cinta kepada Nabi Muhammad SAW di hati umat. Setiap kunjungan beliau tidak hanya menjadi pengingat spiritual, tetapi juga medium pendidikan moral yang dapat diterapkan sehari-hari. (REDJAVA****)












