JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengabarkan dalam Al-Qur’an tentang kemuliaan bulan Muharram;
“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram; (Dzulqa’dah, Dzulhijjah, MUHARRAM, dan Rajab). Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (At-Tawbah: 36)
Bulan Muharram adalah bulan yang penuh keistimewaan dan mukjizat bagi ummat Islam, untuk memohon ampunan-Nya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rasulullah Saw, pernah ditanya tentang keutamaan puasa hari ‘Asyura (10 Muharram), maka Beliau Saw, menjawab;
“Puasa ‘Asyura melebur dosa setahun yang telah lewat,” begitu Hadits riwayat Muslim menjelaskan.
Selain puasa 10 Muharram, ummat Islam juga dianjurkan untuk berpuasa pada tanggal 9 Muharram (puasa Tasu’ah).
Bulan Muharram dianggap mulia dikarenakan banyak peristiwa agung bagi para Nabi yang terjadi pada bulan tersebut, di antaranya;
Diterimanya taubat Nabi Adam ‘alaihissalam, setelah dikeluarkan dari surga.
Diselamatkannya Nabi Nuh ‘alaihissalam, dan kaumnya yang beriman setelah adanya badai banjir besar.
Diselamatkannya Nabi Ibrahim ‘alaihissalam, dari Raja Namrud yang membakar tubuhnya.
Dibelahnya laut merah untuk Nabi Musa ‘alaihissalam, dan kaumnya sehingga selamat dari kejaran Fir’aun dan tentaranya. Fir’aun dan tentaranya tenggelam dalam laut itu.
Dikeluarkannya Nabi Yunus ‘alaihissalam, dari perut ikan “Nun” (ikan paus yang sangat besar).
Disembuhkannya Nabi Ayyub ‘alaihissalam, dari penyakitnya yang menjijikan di sekujur tubuhnya.
Diampuninya Nabi Muhammad Saw, dari kesalahan yang telah lalu dan yang akan datang.
Inilah barangkali sebabnya mengapa bulan Muharram menjadi sangat istimewa bagi kaum Muslimin.
Muharram, merupakan bulan yang dimaknai oleh kaum Muslimin sebagai Tahun Baru Islam atau Tahun Baru Hijriyah.
Inilah bulan yang menjadi peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad Saw, dari kota Mekkah ke Madinah, pada tahun 622 Masehi; yang menjadi awal mula ditetapkannya tanggal 1 Muharram.
Dalam Islam, sesuatu dianggap mulia karena Allah memuliakannya; baik itu makhluk hidup maupun benda mati di jagat raya.
Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu, pernah menunjukkan;
“Sesungguhnya Allah memilih beberapa pilihan dari makhluk-Nya. (Ia) memilih para Rasul sebagai pilihan di antara para Malaikat. Di antara sekalian manusia, (Ia) juga memilih orang-orang tertentu menjadi utusan-Nya. Dari ucapan, (Ia) memilih dzikir kepada-Nya. Dari bumi-Nya, (Ia) memilih Masjid. Di antara bulan-bulan yang ada, (Ia) memilih Ramadhan dan bulan-bulan haram; Dzulqa’dah, Dzulhijjah, MUHARRAM, dan Rajab. Di antara siang-siangnya, (Ia) memilih Jum’at. Dan dari malam-malamnya, Allah memilih Lailatul Qadar. Maka dari itu, agungkanlah dan muliakanlah apa-apa yang dimuliakan dan diagungkan oleh Allah. Sesungguhnya segala sesuatu diagungkan dan dimuliakan sesuai dengan bagaimana Allah mengagungkannya dan memuliakannya.”
Bulan Muharram menjadi mulia bukan karena berada di awal tahun, tetapi karena Allah menjadikannya sebagai salah satu dari empat bulan yang haram.
Dimana maksiat di bulan itu, (bulan-bulan) haram, akan berlipat dosanya, sebagaimana ibadah pada bulan itu – baik ritual maupun sosial – akan berlipat pula pahalanya
Cara memuliakannya adalah dengan meningkatkan kehati-hatian untuk tidak berbuat dzalim yang berarti mengoyak kehormatan bulan itu.
Dalam banyak hal Rasulullah Saw, sangat intens membuat identitas berbeda dari kaum kafir, bahkan Beliau Saw, mengecam upaya menyamai mereka. Kata Nabi Saw;
“Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia adalah bagian dari mereka,” begitu Hadits riwayat Ahmad, Baihaqi dan Thabrani menegaskan.
Nabi penutup, Muhammad Rasulullah Saw, memberi contoh, bahwa pada saat orang-orang Yahudi menjadikan 10 Muharram (‘Asyura) sebagai hari raya mereka, maka Nabi Saw, memerintahkan untuk melakukan kebalikannya, yaitu agar kaum Muslimin berpuasa; demikian Bukhari dan Muslim mengutip Hadits ini.
Mari kita jaga semangat Rasulullah Saw, untuk meninggikan kalimat Allah di muka bumi-Nya. Caranya, kita tidak larut dalam adat ummat lain yang potensial mengotori aqidah kita. Wallahu a’lam…
SELAMAT TAHUN BARU ISLAM 1 MUHARRAM 1446 HIJRIYAH
Mohon Maaf Lahir Batin
———-
Insya-Allah….
Malam Ini Masuk
Tanggal 1 Muharram
1446 Hijriyah
Salam Maaf
Keluarga SLAMET ADI SUTIYONO (SAS74)









