JAVANETWORK.CO.ID.SURABAYA – Aliansi Madura Indonesia (AMI) memastikan akan menggelar aksi demonstrasi dan audiensi besar-besaran di Surabaya selama dua hari berturut-turut, Senin hingga Selasa, 29–30 Desember 2025.
Aksi ini akan menyasar PT Minyak Ikan Dorang dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, sebagai bentuk tuntutan atas persoalan yang dinilai merugikan kepentingan masyarakat.
Instruksi aksi tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum Aliansi Madura Indonesia (AMI), Baihaki Akbar, yang mewajibkan seluruh pengurus, anggota, dan simpatisan AMI untuk turun langsung ke lapangan sebagai wujud konsolidasi gerakan dan sikap organisasi.
“Aksi ini bukan sekadar unjuk rasa, tetapi bentuk tanggung jawab moral dan sosial AMI dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat Madura dan Jawa Timur. Kami menuntut kejelasan dan tanggung jawab dari pihak-pihak terkait,” tegas Baihaki Akbar, Jum’at (26/12/2025).
Menurut Baihaki, aksi yang akan dimulai pukul 09.00 WIB tersebut diawali dengan titik kumpul di Kantor DPP AMI, sebelum massa bergerak menuju lokasi sasaran. Ia menegaskan, seluruh rangkaian kegiatan akan dilakukan secara terorganisir dan tetap berada dalam koridor hukum.
“Kami ingin negara hadir melalui institusi yang berwenang. DLH Kota Surabaya harus bersikap transparan dan profesional, sementara perusahaan juga tidak boleh lepas tangan dari tanggung jawab sosial dan lingkungan,” ujarnya menambahkan.
AMI menilai, aksi dan audiensi ini merupakan momentum penting untuk membuka ruang dialog secara terbuka antara masyarakat, pemerintah, dan pihak perusahaan. Oleh sebab itu, AMI menekankan pentingnya soliditas massa dan kedisiplinan selama aksi berlangsung.
Sebagai bentuk identitas dan kekompakan, seluruh peserta aksi diwajibkan mengenakan seragam AMI atau pakaian berwarna hitam. Ketentuan ini, menurut Baihaki, merupakan simbol persatuan dan keseriusan perjuangan AMI dalam menyampaikan aspirasi.
“Ini adalah gerakan bersama, gerakan bermartabat. AMI akan terus berdiri di garis depan untuk mengawal kepentingan rakyat dan memastikan keadilan benar-benar ditegakkan,” pungkas Baihaki.
Rencana aksi tersebut diperkirakan akan menyedot perhatian publik, mengingat isu yang diangkat berkaitan langsung dengan tanggung jawab lingkungan dan peran pemerintah daerah, yang selama ini menjadi sorotan masyarakat Jawa Timur. (REDJAVA****)












