Momentum HSN 2025, Pemkab Sumenep Gelar MQK 2025 Perkuat Tradisi Keilmuan Pesantren

Selasa, 4 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Bersama Wabup KH. Imam Hasyim dan Kabag Kesra Setdakab Kamaluddin bersama peserta di Acara Musabaqoh Qiraatil Kitab Yang Bertempat di Aula Kantor Kemenag Sumenep, Selasa (05/11/2025)

Foto Bersama Wabup KH. Imam Hasyim dan Kabag Kesra Setdakab Kamaluddin bersama peserta di Acara Musabaqoh Qiraatil Kitab Yang Bertempat di Aula Kantor Kemenag Sumenep, Selasa (05/11/2025)

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab Sumenep menggelar Musabaqah Qiraatil Kitab (MQK) 2025 dalam rangka Hari Santri Nasional (HSN) 2025.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim, S.H., M.H., dan berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Sumenep, dihadiri Kabag Kesra Kamiludin beserta jajaran, ratusan santri, dan pengasuh pondok pesantren, Selasa (04/11/2025)

Sebanyak 104 santri mengikuti MQK 2025. Mereka terbagi dalam tiga jenjang: Marhalah Ula (17 peserta), Marhalah Wustho (53 peserta), dan Marhalah Ulya (34 peserta). Kitab yang dilombakan adalah Fathul Qorib karya Syaikh Muhammad bin Qosim, rujukan klasik dalam kajian fikih pesantren di seluruh Nusantara.

Kepala Bagian Kesra Setdakab Sumenep, Kamiludin, S.Pd.I., M.AP., menegaskan, MQK bukan sekadar lomba. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan karakter santri sekaligus menjaga tradisi keilmuan Islam klasik.

Baca Juga :  Artis Irwan DA2 Asal Sumenep Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kota Singkawang Kalbar

“Kitab kuning bukan hanya teks lama. Ia warisan ilmu dan nilai yang membentuk karakter santri Indonesia. MQK ini menjadi cara menghidupkan kembali semangat para ulama dalam membangun peradaban berilmu dan berakhlak,” kata Kamiludin dalam laporannya. 

Ia menambahkan, kegiatan MQK tahun ini dilaksanakan sesuai Peraturan Daerah Nomor 06 Tahun 2024 dan Peraturan Bupati Nomor 60 Tahun 2024, dengan pendanaan bersumber dari APBD Kabupaten Sumenep.

“Seluruh pembiayaan kegiatan ini bersumber dari APBD. Ini wujud nyata perhatian pemerintah daerah terhadap dunia pesantren, agar santri memiliki ruang untuk berekspresi, berkompetisi, dan berkontribusi membangun bangsa,” jelasnya.

Menurut Plt. Camat Bluto, MQK juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarpondok pesantren dan memperkuat ukhuwah Islamiyah.

Baca Juga :  Cegah Sejak Dini, Dinkes P2KB Bersama BKKBN Jatim Gelar Talkshow Percepatan Penurunan Stunting

“MQK ini bukan sekadar lomba. Ia ruang kolaborasi, tempat santri belajar menjaga nilai keagamaan, persatuan, dan kemanusiaan. Dari pesantren lahir generasi berilmu yang menebar kedamaian,” sambungnya.

Lebih lanjut Kamiludin menekankan pentingnya kegiatan ini dalam menumbuhkan kecintaan santri terhadap kitab kuning dan meningkatkan kemampuan membaca, memahami, dan menguraikan isi kitab klasik dengan metode dan adab yang benar.

“Kegiatan MQK ini juga mengajarkan disiplin, fokus, dan kesungguhan. Semua itu modal utama bagi santri dalam membangun karakter dan pengetahuan,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim, yang secara resmi membuka MQK 2025, memberikan sambutan dan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini.

Wabup menekankan bahwa MQK bukan sekadar perlombaan, tetapi momentum penting untuk menumbuhkan kecintaan santri terhadap kitab kuning sekaligus memperkuat tradisi keilmuan pesantren.

Baca Juga :  Rutan Sumenep Geber Pelatihan Pembuatan Tempe, Warga Binaan Dibekali Keterampilan Usaha Bernilai Tinggi

“Apa yang dilakukan Bagian Kesra patut diapresiasi. MQK ini bukan sekadar lomba, tapi momentum membangkitkan semangat belajar dan kecintaan terhadap kitab kuning,” ujarnya.

Selain itu, sosok orang nomor dua di Kabupaten Sumenep itu menegaskan pentingnya kegiatan ini dalam membentuk generasi santri yang unggul dan siap menghadapi tantangan zaman.

“Kitab kuning adalah warisan ulama yang menjadi fondasi keilmuan Islam. Kegiatan seperti ini penting untuk membentuk santri yang berilmu, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan zaman,” tutupnya.

Kegiatan MQK 2025 diharapkan menjadi awal berkelanjutan bagi pengembangan keilmuan pesantren, mencetak santri unggul yang mampu menjawab tantangan zaman dengan ilmu, akhlak, dan adab mulia. (REDJAVA)

Berita Terkait

Transformasi ASN Sumenep: Bupati Fauzi Luncurkan Aplikasi SIMANTRA demi Layanan Publik Unggul
Rakercab Pramuka Sumenep 2026, Bupati Fauzi Soroti Ancaman Media Sosial bagi Anak
Helmi Art Museum Dukung Pengembangan Keris Sumenep, Siap Jaga Warisan Budaya Leluhur
Sensus 2026 hingga SILAPOR 112, Ini 3 Instruksi Penting Kepala Diskominfo Sumenep ke ASN
Wejangan Bupati Fauzi saat Sambut Kepulangan Jemaah Haji Kloter 77-81
Momentum Hari Asyura, Koramil Sapudi dan Masjid Baitul Bilad Sumenep Basuh Air Mata Anak Yatim
Berburu Bumbu Masak Instan di Pasar Jangara: Solusi Praktis, Murah dan Ramah di Kantong
Membanggakan! Atlet Muda Asal ‘Kota Keris’ Sumenep Dipanggil PASI Jatim untuk Kejurnas Atletik 2026 di Jakarta

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 19:41 WIB

Transformasi ASN Sumenep: Bupati Fauzi Luncurkan Aplikasi SIMANTRA demi Layanan Publik Unggul

Senin, 22 Juni 2026 - 17:19 WIB

Rakercab Pramuka Sumenep 2026, Bupati Fauzi Soroti Ancaman Media Sosial bagi Anak

Senin, 22 Juni 2026 - 11:57 WIB

Helmi Art Museum Dukung Pengembangan Keris Sumenep, Siap Jaga Warisan Budaya Leluhur

Senin, 22 Juni 2026 - 10:40 WIB

Sensus 2026 hingga SILAPOR 112, Ini 3 Instruksi Penting Kepala Diskominfo Sumenep ke ASN

Minggu, 21 Juni 2026 - 22:35 WIB

Momentum Hari Asyura, Koramil Sapudi dan Masjid Baitul Bilad Sumenep Basuh Air Mata Anak Yatim

Berita Terbaru