Momentum Hari Menurunkan Emisi CO₂, Bupati Sumenep Dorong Perubahan Arah Pembangunan

Rabu, 28 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H.

Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H.

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Di tengah kegamangan banyak daerah dalam menerjemahkan komitmen lingkungan ke dalam kebijakan konkret, Kabupaten Sumenep justru mengambil langkah yang jarang dilakukan: memulai revolusi penurunan emisi karbon dari tubuh birokrasi sendiri.

Momentum Hari Menurunkan Emisi CO₂ Internasional, 28 Januari, dijadikan Pemerintah Kabupaten Sumenep sebagai titik tekan arah pembangunan daerah bahwa pertumbuhan ekonomi tidak lagi boleh berjalan dengan mengorbankan kualitas lingkungan.

Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H. menegaskan, isu perubahan iklim bukan agenda global yang jauh dari daerah, melainkan persoalan nyata yang menuntut keputusan politik hari ini.

“Perubahan iklim bukan isu elitis. Dampaknya langsung dirasakan masyarakat, mulai dari cuaca ekstrem hingga ancaman ekologis. Karena itu, pemerintah daerah tidak boleh hanya bicara, tetapi harus bertindak,” kata Bupati Fauzi, Rabu (26/1/2026).

Baca Juga :  Kemarau Basah Picu Ancaman Kesehatan: Dinkes Sumenep Warning Warga Waspada Gelombang Tiga Penyakit Ini!

Salah satu kebijakan yang kini dijalankan adalah penggunaan kendaraan listrik sebagai kendaraan dinas, baik mobil maupun sepeda motor, di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep.

Kebijakan ini menjadikan Sumenep sebagai salah satu daerah di Madura yang secara terbuka menggeser pola transportasi birokrasi menuju energi bersih.

Bagi Fauzi, langkah tersebut bukan sekadar simbol, melainkan pesan politik bahwa birokrasi harus menjadi lokomotif perubahan.

“Kami sengaja memulai dari kendaraan dinas. Pemerintah harus memberi contoh lebih dulu, karena transisi energi tidak akan berjalan jika hanya dibebankan kepada masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  Aksi Demo AAR, Polres Sumenep Terjunkan Puluhan Polwan Cantik

Fauzi sendiri tercatat menggunakan mobil dinas listrik dalam aktivitas kedinasan sehari-hari. Menurut dia, penggunaan kendaraan listrik bukan hanya soal efisiensi anggaran energi, tetapi juga soal perubahan paradigma pembangunan.

“Pembangunan tidak boleh lagi mengabaikan lingkungan. Kendaraan listrik adalah salah satu pintu masuk untuk mengubah cara pandang kita terhadap transportasi, energi, dan masa depan daerah,” kata dia.

Tak berhenti pada internal pemerintahan, Pemkab Sumenep juga mendorong penggunaan sepeda motor listrik sebagai alternatif transportasi masyarakat.

Baca Juga :  Kapolda Jatim Terpilih Secara Aklamasi Jadi Ketua PBVSI Jawa Timur

Langkah ini diharapkan mampu menekan emisi gas buang sekaligus meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya energi ramah lingkungan.

Namun Fauzi mengakui, kebijakan penurunan emisi tidak bisa berjalan sepihak. Dibutuhkan keterlibatan aktif masyarakat agar perubahan benar-benar berdampak.

“Menjaga lingkungan harus menjadi gerakan bersama. Jika pemerintah dan masyarakat berjalan searah, saya yakin Sumenep bisa berkontribusi nyata dalam upaya menekan emisi karbon,” pungkasnya.

Di tengah krisis iklim yang kian nyata, langkah Sumenep menunjukkan bahwa agenda lingkungan tidak harus menunggu pusat. Dari daerah, perubahan bisa dimulai pelan, senyap, tetapi menentukan arah masa depan. (REDJAVA/$$$)

Berita Terkait

Bangun Hubungan yang Lebih Terbuka, Kapolresta Sumenep Sambangi KJS dan PWI, Perkuat Sinergi dengan Insan Pers
Hadiri Turnamen Bola Kasti HUT ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya, Staf Ahli Bupati Sumenep: Olahraga Tradisional Harus Terus Hidup
HUT Ke-60 Korem 084 Jadi Momentum Kebangkitan Bola Kasti di Sumenep, Dandim Sampaikan Pesan Ini
Bangun Generasi Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Sumenep Hadirkan Police Goes to School di MAN Sumenep
Harkopnas 2026, Bupati Sumenep Tegaskan Koperasi Modern Kunci Kemajuan UMKM
Moh. Ramli: Harkopnas 2026 Perkuat Peran Koperasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Prestasi Membanggakan, KPRI RSUD Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat di Hari Koperasi ke-79
Penjual Tahu Bulat Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Desa Gunggung, Ini Hasil Penyelidikan Awal Polisi

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:31 WIB

Bangun Hubungan yang Lebih Terbuka, Kapolresta Sumenep Sambangi KJS dan PWI, Perkuat Sinergi dengan Insan Pers

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:29 WIB

Hadiri Turnamen Bola Kasti HUT ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya, Staf Ahli Bupati Sumenep: Olahraga Tradisional Harus Terus Hidup

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:12 WIB

HUT Ke-60 Korem 084 Jadi Momentum Kebangkitan Bola Kasti di Sumenep, Dandim Sampaikan Pesan Ini

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:41 WIB

Bangun Generasi Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Sumenep Hadirkan Police Goes to School di MAN Sumenep

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:31 WIB

Moh. Ramli: Harkopnas 2026 Perkuat Peran Koperasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Berita Terbaru