JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Suasana Idul Fitri yang identik dengan kemenangan dan pengampunan terasa begitu mendalam di Rutan Kelas IIB Sumenep, Sabtu (21/3/2026).
Sebanyak 145 warga binaan menerima Remisi Khusus (RK), menghadirkan harapan baru di balik jeruji.
Dari jumlah tersebut, dua narapidana langsung dinyatakan bebas setelah memperoleh pengurangan masa pidana.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara 143 lainnya mendapatkan remisi dengan besaran bervariasi, mulai dari 15 hari hingga 2 bulan, sesuai masa hukuman dan penilaian perilaku selama menjalani pembinaan.
Penyerahan remisi dilakukan secara simbolis oleh Kepala Rutan Sumenep, Aditya Wahyu Rahmadani, usai pelaksanaan salat Idul Fitri berjamaah.
Momen tersebut berlangsung khidmat dan sarat emosi, dengan sejumlah warga binaan tak kuasa menahan haru.
“Remisi ini adalah bentuk penghargaan negara kepada warga binaan yang telah menunjukkan perubahan sikap dan perilaku selama menjalani masa pidana,” ujar Aditya kepada media ini, Sabtu (21/03/2026).
Ia menegaskan, remisi bukan sekadar pengurangan hukuman, melainkan bagian penting dari proses pembinaan yang menitikberatkan pada perubahan diri.
“Ini menjadi bukti bahwa setiap warga binaan memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan kembali ke jalan yang benar,” tegasnya.
Menurut Aditya, momentum Idul Fitri harus dimaknai lebih dari sekadar perayaan keagamaan, tetapi juga sebagai titik balik kehidupan.
“Idul Fitri adalah momen kembali ke fitrah. Kami berharap warga binaan menjadikannya sebagai awal untuk menata masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.
Ia pun berharap, remisi yang diberikan mampu menjadi dorongan moral bagi seluruh warga binaan untuk terus berproses menjadi pribadi yang lebih baik.
“Kami ingin mereka keluar dari sini bukan hanya bebas secara fisik, tetapi juga siap menjadi pribadi yang produktif dan diterima kembali di tengah masyarakat,” pungkasnya.
Pemberian remisi ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam sistem pemasyarakatan, yang tidak hanya berorientasi pada hukuman, tetapi juga pembinaan dan reintegrasi sosial sebuah harapan yang terus tumbuh, bahkan dari balik keterbatasan. (REDJAVA****)








