JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP — Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Sumenep resmi memiliki pemimpin baru. Immawan Moh. Ridho Ilahi Robbi terpilih sebagai Ketua Umum Pimpinan Cabang IMM Sumenep periode 2025–2026, melalui proses aklamasi dengan dukungan penuh dari seluruh formatur.
Ridho menggantikan posisi Immawan Barri Yusroni yang kini aktif sebagai pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IMM Jawa Timur. Pemilihan yang berlangsung dinamis dan demokratis ini juga menghasilkan 12 formatur terpilih yang akan menentukan komposisi pengurus baru IMM Sumenep ke depan.
Terpilihnya Ridho disambut antusias oleh para kader dan tokoh Muhammadiyah di tingkat lokal maupun regional. Ia dianggap sebagai figur muda yang memiliki kapabilitas, militansi, serta rekam jejak kaderisasi yang mumpuni.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ridho bukan nama baru dalam dinamika gerakan IMM di Madura. Mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura ini telah terlibat aktif dalam berbagai proses kaderisasi sejak tingkat komisariat.
Ia tercatat telah mengikuti Darul Arqam Dasar (DAD) pada 2022 dan melanjutkan kaderisasi tingkat menengah dan lanjutan seperti Latihan Instruktur Dasar (LID), Pelatihan Mubaligh Mahasiswa, dan Darul Arqam Madya Nasional (DAM Nasional).
Di luar aktivitas organisasi, Ridho juga dikenal sebagai sosok yang produktif secara intelektual. Ia pernah menyabet Juara 1 Lomba Karya Opini se-Madura pada 2022, menjadi penulis artikel terfavorit PWMU.CO Jawa Timur pada 2024, dan lolos sebagai finalis Top 20 Nasional Eco Ranger Unicef pada 2025.
“IMM bukan sekadar organisasi, tetapi rumah ideologis tempat kami tumbuh menjadi kader umat dan bangsa. Kami ingin menjadikan IMM Sumenep sebagai pusat kaderisasi unggul di Madura,” ujar Ridho kepada media, Minggu (20/07/2025).
Mengusung semangat transformasi dan inklusi, Ridho memaparkan visinya untuk menjadikan IMM Sumenep sebagai episentrum gerakan kaderisasi yang tak hanya kuat secara ideologis, tetapi juga adaptif terhadap tantangan zaman.
“Mewujudkan PC IMM Sumenep sebagai pusat kaderisasi yang progresif, inklusif, dan berkemajuan dalam membentuk kader intelektual, militan, dan berintegritas sebagai pelanjut estafet kepemimpinan umat dan bangsa,” tegasnya.
Untuk mendukung visi tersebut, ia bersama tim formatur merumuskan sejumlah misi strategis, mulai dari penguatan sistem kaderisasi berjenjang, peningkatan kapasitas kader, hingga kolaborasi eksternal dengan ortom Muhammadiyah, organisasi kepemudaan, dan lembaga mitra.
Dalam struktur awal yang diumumkan, Ridho akan didampingi oleh dua figur muda lainnya yang juga mendapat kepercayaan besar dari formatur, yakni RB. Dwitama Windrasana sebagai Sekretaris Umum dan Riski Wahyudi sebagai Bendahara Umum.
Kombinasi ketiganya dinilai merepresentasikan perpaduan antara kekuatan ideologis, intelektual, dan manajerial. Dengan komposisi ini, IMM Sumenep diharapkan mampu menjawab berbagai persoalan strategis mahasiswa dan masyarakat.
Sejumlah tokoh Muhammadiyah dan alumni IMM memberikan apresiasi atas terpilihnya Ridho. Mereka berharap kepemimpinan baru ini bisa menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat gerakan IMM yang berbasis ilmu, amal, dan dakwah pencerahan.
IMM Sumenep, sebagai salah satu cabang di kawasan timur Pulau Madura, memiliki posisi strategis dalam menyuarakan gagasan kebangsaan dan keumatan. Dengan latar belakang organisasi yang kuat dan jaringan yang luas, Ridho diharapkan dapat membawa IMM Sumenep tampil sebagai model gerakan mahasiswa Islam yang relevan, responsif, dan solutif.
“Kami ingin IMM hadir bukan hanya di ruang-ruang formalitas, tapi benar-benar hidup dan menjadi nafas gerakan intelektual serta pengabdian sosial di tengah masyarakat,” tutup Ridho.
Kepemimpinan baru ini menjadi harapan sekaligus tantangan. Namun dengan semangat kolektif yang kuat, Ridho dan jajarannya diyakini mampu menjawabnya dengan kerja nyata. IMM menanti gebrakan-gerbakan baru demi masa depan gerakan yang lebih cerah dan berkemajuan. (REDJAVA****)








