Moderasi Beragama di Sumenep, Warisan Sejarah yang Menjadi Pondasi Harmoni Sosial

- Redaksi

Kamis, 25 Desember 2025 - 21:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, Moh. Mabrur,

Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, Moh. Mabrur,

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Di tengah tantangan keberagaman yang kerap memicu gesekan di sejumlah daerah, Kabupaten Sumenep justru menyimpan kisah panjang tentang moderasi beragama yang telah tumbuh dan mengakar jauh sebelum istilah itu populer dalam wacana kebangsaan.

Wilayah paling timur Pulau Madura ini sejak masa lalu dikenal sebagai ruang perjumpaan berbagai latar belakang keagamaan yang hidup berdampingan secara damai. Jejak harmoni tersebut tidak hanya tercatat dalam ingatan kolektif masyarakat, tetapi juga terpatri jelas dalam peninggalan sejarah yang masih berdiri hingga kini.

Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, Moh. Mabrur, mengatakan bahwa nilai moderasi beragama di Sumenep bukanlah sesuatu yang dibangun secara instan, melainkan lahir dari proses sejarah yang panjang.

“Moderasi beragama di Sumenep itu bukan konsep baru. Sejarah sudah membuktikan bahwa masyarakat di daerah ini sejak dulu terbiasa hidup berdampingan secara harmonis,” kata Mabrur, Rabu (24/12/2025).

Menurut Mabrur, salah satu bukti paling nyata dapat dilihat dari tata ruang dan arsitektur tempat-tempat ibadah yang tersebar di Sumenep. Ia mencontohkan bangunan Masjid Bani, serta keberadaan rumah ibadah lintas agama yang lokasinya saling berdekatan tanpa memunculkan konflik sosial.

Baca Juga :  Hari Pers Nasional 2025, Ahmadi Yasid: Pers Garda Terdepan Kawal Ketahanan Pangan

“Penempatan rumah-rumah ibadah yang berdekatan itu bukan kebetulan. Itu mencerminkan cara pandang masyarakat Sumenep yang sejak lama menjunjung tinggi toleransi dan saling menghormati,” ujarnya.

Ia menegaskan, nilai tersebut tidak berhenti sebagai peninggalan masa lalu. Hingga hari ini, sikap saling menghargai antarumat beragama masih terawat dalam kehidupan sosial masyarakat, yang mampu menjaga batas keyakinan tanpa mencampuri ajaran dan syariat masing-masing agama.

“Masyarakat Sumenep memahami betul bahwa perbedaan keyakinan bukan alasan untuk saling mengganggu. Justru di situlah letak kedewasaan dan kearifan sosial yang diwariskan oleh para pendahulu,” ungkap Mabrur.

Baca Juga :  PASI Sumenep Proyeksikan 12 Atlet untuk Porprov Jatim 2025, Target Medali di Tengah Minimnya Persiapan

Lebih jauh, Mabrur menilai moderasi beragama di Sumenep telah menjadi bagian dari identitas budaya lokal yang perlu terus dirawat di tengah perubahan zaman. Menurutnya, harmoni sosial merupakan modal penting dalam menciptakan stabilitas, kedamaian, dan kesejahteraan bersama.

“Moderasi dan toleransi beragama adalah kekuatan masyarakat Sumenep. Ini warisan budaya yang harus dijaga bersama agar kehidupan yang damai dan sejahtera bisa terus berlangsung,” pungkasnya 

Ia berharap, nilai-nilai tersebut tidak hanya dipertahankan, tetapi juga diwariskan kepada generasi muda sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat di tengah keberagaman yang semakin kompleks. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2026: Polisi Sumenep Ringkus Pria Bawa Sabu 4,28 Gram
Prestasi Gemilang MAN Sumenep, Borong 3 Penghargaan KPPN di Tengah Persaingan 138 Satker
Pilkades Binontoan Tolitoli Dipersoalkan, Surat Suara Diduga Tak Sesuai Juklak
Nelayan Masalembu Dukung Polsek Usut Kasus Pencurian, Minta Narkoba dan Judi Online Didalami
Polisi Ungkap Kronologi Kematian Rohim di Batuputih Sumenep, Keluarga Tolak Proses Hukum
Kemenhaj Sumenep Ungkap Tantangan Verifikasi Jemaah Haji yang Sudah Antre 14 Tahun
Patroli Kamtibmas Polresta Sumenep Berbuah Temuan 44 Botol Miras, Polisi Sita dari Dua Toko yang Diduga Jual Miras Ilegal
Prestasi Membanggakan, Kemenag Sumenep Raih Peringkat 3 Pengelolaan Rekening K/L Terbaik dan Perkuat Komitmen Menuju Zona Integritas

BERITA TERKAIT

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:51 WIB

Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2026: Polisi Sumenep Ringkus Pria Bawa Sabu 4,28 Gram

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:30 WIB

Prestasi Gemilang MAN Sumenep, Borong 3 Penghargaan KPPN di Tengah Persaingan 138 Satker

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:08 WIB

Pilkades Binontoan Tolitoli Dipersoalkan, Surat Suara Diduga Tak Sesuai Juklak

Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:39 WIB

Nelayan Masalembu Dukung Polsek Usut Kasus Pencurian, Minta Narkoba dan Judi Online Didalami

Rabu, 12 Agustus 2026 - 15:02 WIB

Polisi Ungkap Kronologi Kematian Rohim di Batuputih Sumenep, Keluarga Tolak Proses Hukum

BERITA TERBARU