JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Bulan suci Ramadhan kembali mengetuk pintu hati umat Islam di seluruh dunia. Keraton Langit, sebuah lembaga yang dikenal dengan falsafah “Mengubah Tanah Menjadi Emas,” menyambut kedatangan bulan penuh berkah ini dengan pesan mendalam yang menyejukkan jiwa.
Dalam sebuah pernyataan khusus, Pengasuh Keraton Langit, Kiai Abdul Adhim, menegaskan bahwa Ramadhan bukan sekadar serangkaian ibadah rutin, melainkan momentum spiritual untuk kembali ke fitrah.
“Ramadhan adalah anugerah. Ia bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang membersihkan hati, mengasah empati, serta menebarkan kedamaian,” ujar Kiai Abdul Adhim dalam keterangan tertulisnya. Jum’at (28/02/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pamflet yang dirilis oleh Keraton Langit mengusung pesan yang kuat: Marhaban yaa Ramadhan, sebuah sapaan penuh kehangatan yang mengajak umat Islam untuk menyambut bulan suci dengan ketulusan.
Dengan visual yang sarat makna hiasan lampu-lampu yang melambangkan cahaya hidayah, masjid sebagai simbol ketakwaan, serta nuansa bunga sebagai perlambang kesejukan iman pamflet ini menjadi representasi dari spirit Ramadhan yang membawa kedamaian.
Lebih lanjut, Kiai Abdul Adhim mengajak masyarakat untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum perbaikan diri.
“Setiap insan memiliki kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik. Ramadhan adalah bulan refleksi, di mana kita tidak hanya menahan hawa nafsu, tetapi juga menata ulang langkah-langkah kehidupan agar lebih bermakna,” ungkapnya.
Pesan dari Keraton Langit ini pun mendapat respons positif dari berbagai kalangan. Banyak yang menyatakan bahwa penyampaian spiritual seperti ini semakin diperlukan di era yang serba materialistik.
“Ramadhan bukan hanya soal ritual, tetapi juga tentang bagaimana kita bisa memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia,” tambah Kiai Abdul Adhim.
Dengan semangat Welcome Ramadhan, umat Islam diharapkan tidak hanya menyambut bulan suci ini dengan sukacita, tetapi juga dengan persiapan hati dan niat yang tulus.
“Ramadhan datang sebagai tamu agung. Sambutlah dengan kebersihan hati dan kesiapan jiwa, agar keberkahannya benar-benar kita rasakan,” pungkasnya.
Ramadhan adalah bulan yang mengubah. Seperti halnya prinsip Keraton Langit mengubah tanah menjadi emas bulan suci ini adalah kesempatan untuk mengubah diri, dari manusia biasa menjadi insan yang lebih berharga di hadapan Tuhan dan sesama. (REDJAVA****)










