JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP — Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terus memperkuat sinergi antarwilayah dalam optimalisasi pemungutan pajak daerah dan opsen pajak.
Bertempat di Hotel Novotel Samator Surabaya, kegiatan bertajuk Monitoring Pelaksanaan Sinergitas Pemungutan Pajak Daerah dan Opsen Pajak Tahun 2025 digelar dengan melibatkan seluruh Kepala Bapenda kabupaten/kota se-Jawa Timur, termasuk dari Kabupaten Sumenep.
Kepala Bapenda Sumenep, Faruk Hanafi, S.Sos., M.Si, yang hadir langsung dalam acara tersebut, menyampaikan pentingnya konsolidasi data, digitalisasi layanan, serta komunikasi intensif lintas daerah demi terciptanya keadilan fiskal dan efisiensi pelayanan kepada wajib pajak.
“Kami sangat mendukung penuh agenda sinergitas ini. Selain menjadi sarana monitoring, forum ini juga menjadi ajang pertukaran gagasan dalam menghadapi tantangan baru di sektor perpajakan daerah. Sumenep sendiri telah menjalankan berbagai inovasi digital sebagai bentuk kesiapan menuju tata kelola pajak yang transparan dan akuntabel,” ujar Faruk.
Senada dengan itu, Samtiono, S.H., M.H, selaku Kepala UNIT Pelaksana Pendapatan Daerah (PPD) Bapenda Jawa Timur, menegaskan bahwa pelaksanaan sinergi pajak antardaerah menjadi fondasi utama dalam menopang pendapatan asli daerah (PAD), khususnya pada era otonomi fiskal yang semakin menuntut efektivitas.
“Kegiatan monitoring ini bukan sekadar formalitas. Kami mendorong seluruh Bapenda di Jawa Timur untuk terus meningkatkan kolaborasi dengan pendekatan digital dan berbasis data. Upaya ini sejalan dengan arahan Gubernur Jawa Timur dalam mewujudkan transformasi keuangan daerah berbasis digital, sebagaimana dicanangkan dalam program P2DD,” ungkap Samtiono.
Acara ini juga menjadi bagian dari kampanye besar Jawa Timur Cemerlang Baru Nusantara, dengan harapan mempercepat pemerataan pembangunan melalui penguatan sektor pendapatan.
Dengan suasana penuh kekeluargaan dan nuansa kebersamaan, tampak kehangatan kerja sama antara Bapenda Sumenep dan jajaran PPD Jawa Timur.
Momen ini menjadi refleksi bahwa keberhasilan pembangunan tak lepas dari kekuatan fiskal yang sehat dan pengelolaan pajak yang profesional. (REDJAVA****)












