JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Upaya pembinaan kepribadian di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sumenep terus dilakukan dengan pendekatan yang lebih humanis dan kreatif. Salah satunya melalui kegiatan menulis puisi yang menjadi media ekspresi diri bagi warga binaan.
Kegiatan ini bukan sekadar merangkai kata, melainkan bagian dari proses pembelajaran yang mendorong warga binaan untuk mengasah kepekaan rasa, merefleksikan diri, serta membangun kesadaran akan perubahan ke arah yang lebih baik.
Kepala Rutan Kelas IIB Sumenep, Aditya Wahyu Rahmadani, menegaskan bahwa pembinaan melalui karya sastra memiliki dampak positif dalam membentuk karakter warga binaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Melalui puisi, mereka belajar menyalurkan emosi secara positif. Ini penting sebagai bagian dari proses pembinaan kepribadian agar mereka lebih siap kembali ke masyarakat,” kata Karutan Aditya Wahyu Rahmadani dalam keterangan tertulis, Rabu (25/03/2026)
Ia menambahkan, karya-karya yang lahir dari balik tembok rutan tidak boleh dipandang sebelah mata. Justru, menurutnya, di sanalah tersimpan harapan, penyesalan, dan tekad untuk berubah.
“Kami ingin masyarakat juga memberikan dukungan moral. Karena setiap karya yang lahir dari warga binaan adalah cerminan proses perubahan diri yang patut diapresiasi,” tambahnya.
Salah satu puisi yang dihasilkan berasal dari seorang warga binaan bernama Senja. Karya tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan ruang tidak menghalangi lahirnya kreativitas dan refleksi mendalam.
Melalui pendekatan ini, Rutan Sumenep berharap pembinaan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan, sehingga warga binaan mampu kembali ke tengah masyarakat dengan pribadi yang lebih baik.
Berikut Puisi Tersebut
KISAHKU
karya: Senja
Aku buka orang baik
Tapi ingin selalu berubah menjadi baik
Andaikan kaca pecah bisa kembali sempurna
Mungkin banyak juga manusia yang tidak akan pernah berubah
Munafik rasanya jika aku tidak pernah menangis
Bohong jika aku tidak pernah sakit hati
Ingin rasanya aku berlari secepat mungkin dari garis start menuju finish
Tapi rasanya itu adalah hal yang mustahil terjadi
Kadang aku sereceh ini menertawakan kehidupan
Banyak orang yang mungkin berbeda persepsi untuk saling menjatuhkan
Tapi aku yakin aku adalah orang yang berkualitas melawan dengan senyuman
Dan aku yakin aku adalah orang yang kuat dalam melawan keadaan
Sesekali memang langkahku terhenti
Tapi aku tak pernah berhenti dengan waktu yang cukup lama
Ada saja orang yang bisa dibilang iri dan dengki
Kita mungkin bisa meraba karena hati orang semua tak pernah sama
Pesan ayahku…..
Tak peduli siapapun yang memfitnahku
Injak kepalanya tanpa ragu
Memang terlihat rapuh tapi aku adalah wanita tangguh
Hati….
Semoga engkau tabah
Bukan untuk hari ini saja
Tapi untuk setiap hari (REDJAVA****)









