JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Langit senja di Kota Keris menjadi saksi lahirnya sebuah momen penuh makna yang tak sekadar menghangatkan suasana, tetapi juga menggugah nurani. Di Aula Pertemuan SMAN 1 Sumenep, Rabu (18/3/2026), Alumni SMANSA 2010 menghadirkan kebahagiaan bagi 100 anak yatim melalui kegiatan buka puasa bersama yang sarat nilai kemanusiaan.
Mengusung tema “Mengikat Silaturahmi, Menguatkan Empati”, kegiatan ini menjelma lebih dari sekadar agenda seremonial. Ia menjadi simbol kuat bahwa solidaritas sosial tetap hidup di tengah masyarakat, terutama di bulan suci Ramadan yang identik dengan keberkahan dan kepedulian.
Sejak sore hari, suasana aula telah dipenuhi wajah-wajah ceria anak-anak yatim yang datang dengan penuh harap. Tawa mereka pecah, menyatu dengan kehangatan para alumni yang hadir bukan hanya sebagai tamu, tetapi sebagai keluarga yang ingin berbagi kebahagiaan. Momentum ini menegaskan bahwa kebersamaan adalah bahasa universal yang mampu menyentuh hati siapa pun.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Panitia pelaksana dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini lahir dari kesadaran kolektif alumni untuk tidak melupakan tanggung jawab sosial. “Kami ingin menghadirkan kebahagiaan sederhana, namun bermakna. Kegiatan ini adalah wujud bahwa silaturahmi tidak hanya dijaga, tetapi juga dimaknai dengan aksi nyata,” ujarnya dengan penuh harap.
Lebih dari itu, kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi bahwa keberhasilan alumni hari ini tidak lepas dari perjalanan panjang yang pernah ditempa di bangku sekolah. Karena itu, kembali ke almamater dengan membawa manfaat bagi sesama menjadi nilai yang terus dijaga.
Suasana semakin khidmat saat tausiyah disampaikan oleh A. Badjuri, S.A.N.. Dengan gaya penyampaian yang menyentuh, ia mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbaiki diri sekaligus memperluas kepedulian sosial.

“Ramadan mengajarkan kita untuk tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga membuka hati terhadap penderitaan orang lain. Anak-anak yatim adalah amanah yang harus kita jaga bersama,” tuturnya, disambut anggukan para peserta.
Puncak acara berlangsung saat doa bersama dipanjatkan. Suasana hening menyelimuti ruangan, menghadirkan rasa haru yang mendalam. Tak sedikit yang menitikkan air mata, larut dalam kehangatan kebersamaan yang jarang ditemui di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern.
Saat azan magrib berkumandang, seluruh peserta berbuka puasa bersama. Hidangan sederhana terasa begitu istimewa, bukan karena kemewahannya, tetapi karena kebersamaan yang menyertainya. Anak-anak yatim duduk berdampingan dengan para alumni, berbagi cerita, tawa, dan kebahagiaan.

Di penghujung acara, Kepala SMAN 1 Sumenep, Sirajum Munir, M.Pd., menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif para alumni yang dinilai mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Alumni SMANSA 2010 telah menunjukkan bahwa nilai-nilai kepedulian dan empati yang ditanamkan di sekolah benar-benar tumbuh dan diwujudkan dalam kehidupan nyata,” ungkapnya.
Ia juga berharap semangat berbagi ini dapat terus berlanjut dan menginspirasi generasi berikutnya. “Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti di sini. Justru harus menjadi inspirasi bagi siswa dan alumni lainnya untuk terus menebar kebaikan dan memperkuat kepedulian sosial,” tambahnya.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kekuatan silaturahmi mampu melahirkan energi kebaikan yang luar biasa. Lebih dari sekadar buka puasa bersama, acara ini menjelma menjadi gerakan moral yang menegaskan bahwa empati dan kepedulian adalah nilai yang harus terus dirawat dan diwariskan. (REDJAVA****)









