JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Puluhan mahasiswa Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi Universitas Annuqayah, Sumenep, menggelar kunjungan akademik ke Pondok Pesantren An-Nawawi, Purworejo, Jawa Tengah, Rabu (03/12/2025). Kegiatan berlangsung selama dua jam, mulai pukul 10.00 hingga 12.00 WIB, sebagai bagian dari pembelajaran mata kuliah Sufi Healing yang diampu oleh Masykur Arif, M.Hum.
Kunjungan ini dirancang untuk memberi pemahaman langsung mengenai praktik penyembuhan spiritual berbasis dzikir, doa, dan laku rohani yang menjadi tradisi Thariqah JATMAN, salah satu jaringan tarekat besar di Indonesia.
Pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi sekaligus Rais ‘Ali JATMAN, K.H. Achmad Chalwani Nawawi, hadir memberikan pengantar mengenai sejarah dan peran thariqah dalam perjalanan spiritual masyarakat Nusantara. Dalam paparan yang disampaikan, ia menegaskan bahwa peran tarekat tidak hanya sebatas ibadah ritual, tetapi juga memiliki kontribusi historis dalam perjuangan kemerdekaan bangsa.
“Tarekat adalah yang ditakuti Belanda pada masa penjajahan. Tarekat ikut andil dalam kemerdekaan Indonesia melalui dzikir, karena dzikir lebih utama daripada surga dan isinya,” kata K.H. Chalwani, Selasa (09/12/2025).
Selain memberikan arahan, sang kiai juga mengijazahkan bacaan tawassul kepada seluruh mahasiswa, sebagai amalan yang dianjurkan saat berziarah ke makam para wali.
Kegiatan ini diikuti oleh 47 mahasiswa semester V, didampingi dosen pengampu, Ketua Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Nuzulul Khair, M.A., Ketua Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Abd. Mun’em, M.Ag, serta staf Fakultas Ushuluddin. Meski sempat mengalami keterlambatan waktu, seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan tertib dan kondusif.
Rombongan mengawali perjalanan dengan tawassul di makam Syaikhona Kholil Bangkalan. Seusai kunjungan akademik, mahasiswa melanjutkan ziarah ke Maqbarah KH. Zarkasyi (Romo Yai Chalwani). Dalam perjalanan kembali ke Sumenep, rombongan juga berziarah ke makam Sunan Kalijaga, Sunan Kudus, dan menutup perjalanan di makam Sunan Ampel, Surabaya.
Program kunjungan ini diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa mengenai praktik penyembuhan spiritual sekaligus menguatkan kedekatan mereka dengan tradisi tasawuf Nusantara. (REDJAVA****)













