JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Dalam rangka menumbuhkan budaya literasi di kalangan siswa, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sumenep menggelar Lomba Pojok Baca yang berlangsung meriah dan penuh makna, Jumat (15/08/2025). Seluruh kelas mulai dari X hingga XII berpartisipasi dengan antusias, menampilkan kreativitas menghias dan mengelola sudut baca masing-masing.
Hiasan yang ditampilkan sangat beragam dan unik, mulai dari ornamen binatang laut, kupu-kupu, lampu-lampu, awan, balon, bunga, pepohonan, hingga ubur-ubur dan miniatur akuarium. Setiap kelas menghadirkan suasana berbeda, menjadikan pojok baca tidak sekadar ruang untuk membaca, tetapi juga tempat belajar yang inspiratif dan menyenangkan.
Kepala MAN Sumenep, H. Hairuddin, S.Pd, M.M.Pd., menegaskan bahwa lomba ini merupakan bagian dari program literasi madrasah yang bertujuan menumbuhkan minat baca di kalangan pelajar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Harapan saya ke depannya, dengan adanya lomba literasi ini, setiap pojok baca mampu meningkatkan kegemaran siswa dalam membaca, memahami isi bacaan, serta memetik manfaat literasi yang semakin hari semakin meningkat,” ujarnya kepada media ini, Minggu (17/08/2025)
Ia menambahkan, keberadaan pojok baca yang nyaman dan menarik akan mendorong siswa terbiasa memanfaatkan waktu luang untuk membaca, berdiskusi tentang buku, atau bahkan melakukan aktivitas literasi lainnya.
“Dengan cara ini, kita tidak hanya membiasakan siswa untuk membaca, tetapi juga membentuk karakter mereka agar literasi menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari,” jelasnya.
Lebih jauh, Kepala MAN Sumenep menekankan bahwa literasi merupakan pintu pembuka wawasan luas bagi generasi muda, sekaligus modal penting dalam menghadapi tantangan zaman.
“Karena itu, lomba pojok baca ini bukan hanya sekadar kompetisi, melainkan langkah nyata untuk menanamkan budaya literasi yang berkelanjutan di lingkungan madrasah,” tutupnya.
Semangat itu juga dirasakan oleh Azka, siswi kelas X MAN Sumenep, yang mengaku bangga bisa terlibat dalam ajang literasi kreatif ini.
“Kami didorong untuk berfikir kreatif sekaligus melatih kekompakan, kebersamaan, kerelaan, dan gotong royong. Karena setiap pekerjaan yang dilakukan bersama-sama akan menghasilkan sesuatu yang memuaskan. Membaca pun semakin terasa menyenangkan, seolah membuka jendela dunia,” ucap Azka sambil tersenyum lebar.
Adapun penilaian lomba pojok baca tidak hanya menitikberatkan pada keindahan dekorasi. Kreativitas ide, presentasi, kelengkapan buku, genre literasi, kebersihan, hingga tata letak menjadi bagian penting yang dianalisis oleh tim juri.
Kegiatan ini diyakini akan meninggalkan dampak jangka panjang bagi siswa. Dengan hadirnya pojok baca di setiap kelas, peserta didik terbiasa berinteraksi dengan buku secara rutin, memanfaatkan waktu luang untuk membaca, berdiskusi, atau melakukan kegiatan literasi lainnya. (REDJAVA****)









