Lulusan SMK Nasyrul Ulum Tahun 2025 Hasilkan 24 Karya Buku, Wujud Nyata Pendidikan Berbasis Literasi

- Redaksi

Minggu, 29 Juni 2025 - 17:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Yayasan Nasyrul Ulum Aeng Dake Bluto Dr. Zamzami Sabiq Hamid, M.Psi

Ketua Yayasan Nasyrul Ulum Aeng Dake Bluto Dr. Zamzami Sabiq Hamid, M.Psi

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Sebuah capaian monumental kembali ditorehkan oleh SMK Nasyrul Ulum Aengdake, Bluto, Sumenep. Pada momentum Lepas Kenang Santri Kelas Akhir, Minggu (29/6/2025), sekolah berbasis pesantren ini mempersembahkan 24 karya buku yang ditulis oleh para santri kelas akhir tahun ajaran 2024/2025. Bukan sekadar angka, karya-karya ini adalah bukti nyata bahwa pendidikan pesantren mampu menembus batas-batas tradisional menuju dunia literasi yang progresif dan mencerdaskan.

Pernyataan membanggakan ini disampaikan langsung oleh Ketua Yayasan Nasyrul Ulum, Dr. Zamzami Sabiq Hamid, M.Psi., dalam sambutan penuhnya di hadapan ratusan hadirin yang memenuhi Auditorium Ar Rochmah. Dengan penuh keyakinan, ia menyampaikan bahwa apa yang dicapai para santri bukan semata keberhasilan pribadi, melainkan cerminan dari sistem pendidikan yang telah mereka jalani sebuah sistem yang memadukan nilai spiritual, keterampilan kejuruan, dan kemampuan literasi secara utuh.

“Ini adalah wajah baru pesantren. Santri tidak hanya mengaji dan menghafal, tapi juga menulis dan menggagas. Mereka bukan sekadar konsumen pengetahuan, tetapi produsen gagasan.” tegas Dr. Zamzami penuh semangat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, ia menggarisbawahi pentingnya membangun budaya menulis di kalangan generasi muda. Di tengah arus deras digitalisasi yang kerap menenggelamkan anak muda dalam dunia hampa konten instan, para santri Nasyrul Ulum justru memilih jalan sunyi namun mulia: menulis dan membukukan pemikiran mereka.

“Ketika sebagian besar generasi muda tenggelam dalam pusaran media sosial, santri kami justru menjadikan tulisan sebagai jalan dakwah dan transformasi sosial. Ini bukan hal biasa ini langkah peradaban.” ungkapnya.

Karya-karya yang dihasilkan santri meliputi berbagai genre, dari cerpen, esai reflektif, kumpulan puisi, hingga tulisan inspiratif dan motivasional. Semua itu lahir dari program literasi intensif yang dibangun sejak kelas awal dan dikawal secara sistematis oleh guru-guru pendamping.

Baca Juga :  Kabag Umum: Bupati Fauzi Ajarkan Kesederhanaan Lewat Penolakan Mobil Dinas Baru

Senada dengan hal itu, Kepala SMK Nasyrul Ulum, Nurul Yaqin, M.Pd., menegaskan bahwa menulis buku merupakan program unggulan sekolah dalam mencetak lulusan yang tidak hanya siap kerja secara teknis, tetapi juga tangguh dalam berpikir kritis dan komunikatif secara tertulis.

“Kami ingin santri kami tak hanya mahir dalam keahlian kejuruan, tetapi juga unggul dalam membangun narasi. Dunia kerja hari ini butuh SDM yang bisa menyampaikan ide, menulis laporan, merancang proposal, dan menyampaikan gagasan secara tertulis. Di sinilah kekuatan mereka.” ujar Nurul Yaqin.

Menurutnya, karya-karya tersebut akan dipublikasikan secara resmi dan dijadikan sebagai portofolio akademik maupun modal sosial bagi para santri dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya atau masuk ke dunia profesional. Ini sekaligus menjadi pembeda SMK Nasyrul Ulum dengan sekolah kejuruan pada umumnya.

Baca Juga :  Babinsa Koramil 0827/8 Ganding Dampingi Petani Pantau Kondisi Lahan Tanaman Jagung

Acara Lepas Kenang yang berlangsung dengan khidmat dan haru itu turut dihadiri oleh para wali santri, dewan guru, pengasuh pesantren, serta sejumlah tokoh masyarakat. Salah satu momen paling mengharukan adalah saat para santri naik ke panggung satu per satu, menerima piagam penghargaan atas karya tulis mereka, diiringi gemuruh tepuk tangan dan sorak bangga dari seluruh hadirin.

Baca Juga :  Jalin Keakraban dengan Warga, Batuud dan Anggota Koramil 0827/04 Bluto Gelar Komsos Dengan Warga Binaan

Keberhasilan SMK Nasyrul Ulum ini menegaskan bahwa literasi bukan sekadar kegiatan tambahan, melainkan jantung dari proses pendidikan itu sendiri. Pesantren yang dahulu dikenal sebagai pusat spiritualitas kini juga tampil sebagai titik terang peradaban, melahirkan generasi muda yang berpikir, menulis, dan membangun masa depan.

Dengan langkah ini, SMK Nasyrul Ulum tidak hanya mengukir prestasi, tetapi juga memperkuat narasi bahwa santri bisa menulis, santri bisa menginspirasi, dan pesantren bisa memimpin zaman. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi
Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini
Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga

BERITA TERKAIT

Rabu, 16 September 2026 - 08:22 WIB

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi

Minggu, 13 September 2026 - 23:59 WIB

Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

BERITA TERBARU