JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Suasana haru dan bangga mewarnai penutupan pelatihan tahap pertama tahun 2025 di Balai Latihan Kerja (BLK) Sumenep, Rabu (11/6).
Sebanyak 128 peserta resmi dinyatakan lulus dan mayoritas telah mengantongi sertifikat kompetensi nasional sebuah tiket penting untuk bersaing di dunia kerja maupun membangun usaha secara mandiri.
Acara penutupan digelar secara formal dan penuh semangat. Hadir mewakili Kepala UPT BLK Sumenep Agus Budiyono, S.E., yang tengah menjalankan tugas luar kota, Kepala Seksi Pelatihan dan Sertifikasi sekaligus Plt. Kasubag Tata Usaha BLK Sumenep, Shobiis Asror, M.Pd., menyampaikan sambutan penuh motivasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Penutupan ini bukan sekadar seremoni. Kami ingin menegaskan bahwa keterampilan yang diperoleh selama pelatihan adalah bekal berharga untuk menghadapi tantangan dunia kerja. Mereka tidak hanya lulus, tapi juga membawa identitas baru sebagai tenaga kerja terampil dan kompeten,” ujar Shobiis.
Dari total 134 peserta, enam orang tercatat tidak menyelesaikan pelatihan karena berbagai alasan.
Sebagian mengundurkan diri karena telah mendapat pekerjaan, sementara lainnya terkendala kedisiplinan atau tanpa keterangan.
Meski demikian, pelatihan yang berlangsung selama kurang lebih 33 hari ini mencatat hasil gemilang. Para peserta tidak hanya dibekali keterampilan teknis, namun juga mengikuti uji kompetensi yang dilakukan oleh tiga Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) resmi: LSP 2 Surabaya, LSP Singosari, dan LSP Wonojati.
Hasilnya, sekitar 95 persen peserta dinyatakan kompeten dan berhak menerima sertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
“Ini bukan pelatihan biasa. Sertifikat kompetensi nasional memiliki nilai strategis, baik dalam proses melamar kerja maupun memulai usaha. Kami ingin memastikan lulusan BLK benar-benar siap bersaing di pasar tenaga kerja yang kian kompetitif,” tegas Shobiis.
Tak hanya itu, peserta juga mendapatkan dukungan berupa uang transportasi selama masa pelatihan.
Meski tahun ini terjadi penyesuaian anggaran, peserta tetap menerima Rp10 ribu per hari, dengan total bantuan mulai dari Rp180 ribu hingga lebih dari Rp300 ribu, tergantung durasi pelatihan.
“Nominalnya mungkin tak seberapa, tapi semangat dan keterampilan yang mereka bawa pulang jauh lebih berharga. Inilah investasi sosial yang sesungguhnya,” pungkasnya.
Kini, dengan keterampilan praktis, sertifikat nasional, dan motivasi yang tinggi, para lulusan BLK Sumenep siap menatap masa depan lebih cerah menjadi tenaga produktif, mandiri, dan membawa perubahan positif di tengah masyarakat. (REDJAVA****)








