JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Kepanikan pecah, tangis pecah, dan langit Sumenep mendadak muram pada Kamis pagi, 1 Mei 2025.
Sebuah tabung gas LPG meledak hebat di Desa Kalianget Barat, Kecamatan Kalianget, mengoyak keheningan dan meninggalkan luka mendalam: satu orang tewas, empat lainnya terluka, dan dua rumah luluh lantak.
Namun di balik reruntuhan, ada secercah harapan. Empat hari setelah tragedi, Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim turun langsung ke lokasi bencana.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tak sekadar berkunjung, ia membawa kepedulian, solusi, dan harapan yang sangat dinanti oleh warga.

“Kami hadir untuk memastikan bahwa korban tidak sendirian menghadapi musibah ini,” ujar Wabup Imam Hasyim dengan suara bergetar, Senin (5/5/2025), saat meninjau lokasi bersama tim gabungan BPBD, Dinas Sosial, Camat Kalianget, dan Kepala Desa setempat.
Bantuan darurat langsung disalurkan: paket kebutuhan pokok, dana tanggap bencana, dan rencana konkret renovasi dua rumah yang mengalami kerusakan total.
Pemerintah Kabupaten Sumenep berjanji akan memfasilitasi pembangunan kembali rumah-rumah tersebut hingga layak dihuni.
“Kami tidak hanya memberi bantuan logistik, tapi juga memastikan pembangunan rumah korban menjadi prioritas. Mereka harus segera kembali ke kehidupan yang normal,” tegas politisi PKB itu.
Sementara Slamet Riyadi, salah satu korban, menyambut kehadiran Wabup dengan mata berkaca-kaca.
Ia dan keluarganya kini menumpang di rumah kerabat, berharap bantuan itu segera terwujud.
“Terima kasih atas kepedulian pemerintah. Kami berharap rumah kami bisa segera diperbaiki, karena kami tak punya tempat lain untuk pulang,” ungkap Slamet.
Tragedi ini menjadi alarm keras akan pentingnya keamanan penggunaan LPG di rumah tangga. Wabup Imam Hasyim juga menyerukan perlunya edukasi masif agar kasus serupa tak terulang.

“Keselamatan warga adalah tanggung jawab bersama. Edukasi penggunaan gas harus ditingkatkan di setiap desa,” pungkasnya.
Ledakan di Kalianget bukan hanya bencana lokal, tapi refleksi dari persoalan nasional: lemahnya pemahaman keselamatan domestik. Namun, respons cepat dan nyata dari Pemkab Sumenep telah membangkitkan semangat warga yang tertimpa musibah.
Kini, di tengah puing-puing dan duka, semangat baru mulai tumbuh. Warga Kalianget Barat perlahan bangkit didorong oleh empati, keberpihakan, dan aksi nyata dari pemimpinnya. (REDJAVA****)









