JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sumenep menjadi salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang turut ambil bagian dalam kegiatan kurve atau kerja bakti massal pembersihan lingkungan yang digelar Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jumat (29/05/2026).
Kegiatan yang melibatkan ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai OPD, BUMD, BUMN, serta instansi lainnya itu dipusatkan di sejumlah ruas jalan kota, di antaranya Jalan Slamet Riyadi Desa Pabian hingga Jalan Yos Sudarso Desa Marengan Daya, Kecamatan Kota Sumenep.

Aksi bersih-bersih tersebut merupakan bagian dari implementasi Gerakan Nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang menjadi tindak lanjut arahan Presiden RI dalam Rakornas Pusat dan Daerah di Sentul pada 2 Februari 2026, serta Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 600.11/889/SJ.
Sejak pagi, para ASN tampak bergotong royong membersihkan sampah, rumput liar, hingga saluran drainase yang tersumbat. Suasana kebersamaan terlihat kuat dalam kegiatan yang tidak hanya berfokus pada kebersihan, tetapi juga penguatan budaya kerja kolaboratif di lingkungan Pemkab Sumenep.
Kepala Bapenda Kabupaten Sumenep, Ferdiansyah Tetrajaya, SH, mengatakan bahwa keikutsertaan pihaknya dalam kegiatan kurve ini merupakan bentuk komitmen nyata mendukung kebersihan lingkungan daerah.

“Bapenda Sumenep sebagai bagian dari OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep tentu ikut terlibat aktif dalam kegiatan kurve ini. Ini adalah gerakan bersama,” kata Ferdiansyah Tetrajaya, SH disela-sela kegiatan.
Ia menilai bahwa kegiatan kurve bukan sekadar agenda seremonial, tetapi memiliki nilai edukasi yang kuat bagi seluruh ASN dalam menjaga lingkungan.
“Kami ingin menegaskan bahwa kegiatan seperti ini bukan hanya bersih-bersih biasa, tetapi juga edukasi tentang pentingnya menjaga lingkungan yang sehat dan nyaman,” tegasnya.
Mantan Kadis Kominfo Sumenep itu juga menekankan pentingnya konsistensi gerakan Indonesia ASRI agar tidak berhenti sebagai kegiatan insidental semata.
“Harapan kami, Indonesia ASRI ini tidak berhenti sebagai program, tetapi benar-benar menjadi budaya kerja dan budaya hidup bersih di lingkungan ASN maupun masyarakat,” ujar Ferdyansyah Tetrajaya, SH.
Lebih lanjut, dirinya menyebut bahwa kolaborasi antar-OPD menjadi kunci utama keberhasilan gerakan kebersihan di Kabupaten Sumenep.

“Sinergi antar-OPD sangat penting. Dengan kebersamaan, hasilnya akan jauh lebih maksimal dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, indah, dan sehat,” pungkasnya.
Melalui kegiatan kurve Bapenda Sumenep ini, Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap gerakan Indonesia ASRI dapat terus berlanjut dan menjadi budaya kolektif, tidak hanya di lingkungan ASN tetapi juga di tengah masyarakat luas, demi terwujudnya kota yang bersih, sehat, dan layak huni. (REDJAVA****)













