Kota Keris Alami Inflasi 3.45% Dengan IHK Sebesar 108.80

Sabtu, 10 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BPS Sumenep, Joko Santoso, SE, MSi

Kepala BPS Sumenep, Joko Santoso, SE, MSi

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Tingkat inflasi khususnya di Kota Keris selalu tidak terkendali dengan ditunjukkannya kenaikan harga pada sejumlah komoditas kebutuhan dan pengeluaran masyarakat.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sunenep, Joko Santoso SE, MSi menuturkan pada bulan Juli 2024 terjadi inflasi dari bulan ke bulan (M-To-M) yang cukup tinggi, yaitu 0.29% di Kabupaten Sumenep.

“Sedangkan untuk tahun ke tahun (Y-On-Y) tingkat inflasi mencapai 3.45% di Kabupaten Sumenep,” kata Joko Santoso, SE, MSi saat dikonfirmasi awak media, Sabtu (10/08/2024).

Baca Juga :  SMA Nurul Jadid Jadi Pusat Ujian Internasional HSK dan HSKK, Lima Siswanya Lolos Golden Ticket UIN Maliki Malang

Menurutnya, mungkin terakhir buat semua masyarakat termasuk pihaknya dalam masyarakat Kabupaten Sumenep untuk selalu tetap bangga dengan kabupaten di ujung timur Pulau Madura itu.

“Kita akan berfikir bagaimana Kabupaten Sumenep untuk lebih maju dan maju lagi, tentunya effort dari pada saat mengendalikan inflasi ini kita sejalan dan searah,” ungkapnya.

Untuk itulah dirinya mengingatkan untuk saat ini, Kabupaten berjuluk Kota Keris memiliki kenaikan inflasi tertinggi di Jawa Timur yakni sebesar 3.45%.

Baca Juga :  Patroli Gabungan, Wujud Nyata Sinergitas TNI-POLRI untuk Keamanan dan Kedamaian Ramadhan di Sumenep

“Kabupaten Sumenep untuk saat ini mengalami kenaikan inflasi tertinggi dibandingkan kabupaten/kota di Jawa Timur sebesar 3.45%, dan Indeks Harga Konsumen 108.80,” terang Joko Santoso, SE, MSi.

Pada sisi lain pengamat ekonomi Universitas Wiraraja (Unija) Sumenep, Syahril menyebut kenaikan inflasi seharusnya menjadi perhatian kita, baik stakeholder terkait dan semua elemen.

“Tentunya kejadian itu akan berdampak buruk terhadap sektor perekonomian seperti akan meningkatkan angka kemiskinan dan pengangguran,” ungkapnya Syahri sapaannya.

Baca Juga :  Dandim 0827/Sumenep Meriahkan Paintball Wargame bersama Forkopimda di Pantai Lombang

Untuk itu menurutnya, perlu adanya sinergitas semua semua elemen khususnya masyarakat dalam menekan tingkat inflasi karena untuk mengendalikan inflasi itu bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah saja.

“Semoga kita semua dapat bersinergi secara keseluruhan bukan hanya pemerintah, bukan hanya perusahaan namun semua elemen masyarakat yang ada. Mari kita kendalikan inflasi,” tegasnya. (REDJAVA****)

Berita Terkait

Transformasi ASN Sumenep: Bupati Fauzi Luncurkan Aplikasi SIMANTRA demi Layanan Publik Unggul
Rakercab Pramuka Sumenep 2026, Bupati Fauzi Soroti Ancaman Media Sosial bagi Anak
Helmi Art Museum Dukung Pengembangan Keris Sumenep, Siap Jaga Warisan Budaya Leluhur
Sensus 2026 hingga SILAPOR 112, Ini 3 Instruksi Penting Kepala Diskominfo Sumenep ke ASN
Wejangan Bupati Fauzi saat Sambut Kepulangan Jemaah Haji Kloter 77-81
Momentum Hari Asyura, Koramil Sapudi dan Masjid Baitul Bilad Sumenep Basuh Air Mata Anak Yatim
Berburu Bumbu Masak Instan di Pasar Jangara: Solusi Praktis, Murah dan Ramah di Kantong
Membanggakan! Atlet Muda Asal ‘Kota Keris’ Sumenep Dipanggil PASI Jatim untuk Kejurnas Atletik 2026 di Jakarta

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 19:41 WIB

Transformasi ASN Sumenep: Bupati Fauzi Luncurkan Aplikasi SIMANTRA demi Layanan Publik Unggul

Senin, 22 Juni 2026 - 17:19 WIB

Rakercab Pramuka Sumenep 2026, Bupati Fauzi Soroti Ancaman Media Sosial bagi Anak

Senin, 22 Juni 2026 - 11:57 WIB

Helmi Art Museum Dukung Pengembangan Keris Sumenep, Siap Jaga Warisan Budaya Leluhur

Senin, 22 Juni 2026 - 10:40 WIB

Sensus 2026 hingga SILAPOR 112, Ini 3 Instruksi Penting Kepala Diskominfo Sumenep ke ASN

Minggu, 21 Juni 2026 - 22:35 WIB

Momentum Hari Asyura, Koramil Sapudi dan Masjid Baitul Bilad Sumenep Basuh Air Mata Anak Yatim

Berita Terbaru