JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Tingkat inflasi khususnya di Kota Keris selalu tidak terkendali dengan ditunjukkannya kenaikan harga pada sejumlah komoditas kebutuhan dan pengeluaran masyarakat.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sunenep, Joko Santoso SE, MSi menuturkan pada bulan Juli 2024 terjadi inflasi dari bulan ke bulan (M-To-M) yang cukup tinggi, yaitu 0.29% di Kabupaten Sumenep.
“Sedangkan untuk tahun ke tahun (Y-On-Y) tingkat inflasi mencapai 3.45% di Kabupaten Sumenep,” kata Joko Santoso, SE, MSi saat dikonfirmasi awak media, Sabtu (10/08/2024).
Menurutnya, mungkin terakhir buat semua masyarakat termasuk pihaknya dalam masyarakat Kabupaten Sumenep untuk selalu tetap bangga dengan kabupaten di ujung timur Pulau Madura itu.
“Kita akan berfikir bagaimana Kabupaten Sumenep untuk lebih maju dan maju lagi, tentunya effort dari pada saat mengendalikan inflasi ini kita sejalan dan searah,” ungkapnya.
Untuk itulah dirinya mengingatkan untuk saat ini, Kabupaten berjuluk Kota Keris memiliki kenaikan inflasi tertinggi di Jawa Timur yakni sebesar 3.45%.
“Kabupaten Sumenep untuk saat ini mengalami kenaikan inflasi tertinggi dibandingkan kabupaten/kota di Jawa Timur sebesar 3.45%, dan Indeks Harga Konsumen 108.80,” terang Joko Santoso, SE, MSi.
Pada sisi lain pengamat ekonomi Universitas Wiraraja (Unija) Sumenep, Syahril menyebut kenaikan inflasi seharusnya menjadi perhatian kita, baik stakeholder terkait dan semua elemen.
“Tentunya kejadian itu akan berdampak buruk terhadap sektor perekonomian seperti akan meningkatkan angka kemiskinan dan pengangguran,” ungkapnya Syahri sapaannya.
Untuk itu menurutnya, perlu adanya sinergitas semua semua elemen khususnya masyarakat dalam menekan tingkat inflasi karena untuk mengendalikan inflasi itu bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah saja.
“Semoga kita semua dapat bersinergi secara keseluruhan bukan hanya pemerintah, bukan hanya perusahaan namun semua elemen masyarakat yang ada. Mari kita kendalikan inflasi,” tegasnya. (REDJAVA****)












