JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Suasana hangat penuh keakraban terasa dalam kegiatan bertajuk “Kongkow PMII UNIBA” yang digelar oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura, Kamis (12/03/2026).
Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang diskusi santai mahasiswa, tetapi juga diwarnai dengan agenda sosial dan spiritual yang sarat makna.
Mengusung tema “Harmoni Kebersamaan dan Empati Sosial: Transformasi Ruang Kongkow Menjadi Gerakan Kepedulian Sosial,” kegiatan ini dirancang sebagai ruang dialog sekaligus penguatan nilai kepedulian di kalangan mahasiswa dan masyarakat.
Sejumlah rangkaian kegiatan turut mewarnai acara tersebut, mulai dari buka puasa bersama, santunan anak yatim, kultum pergerakan Ahlussunnah Wal Jamaah, hingga pembagian takjil kepada masyarakat. Format kegiatan yang santai namun substansial ini menjadi cara kreatif mahasiswa untuk membangun kesadaran sosial sekaligus mempererat kebersamaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Direktur Naghfir’s Institute, Dr. Naghfir, SH., MH., MKn, yang hadir sebagai narasumber menilai kegiatan semacam ini menjadi ruang penting bagi mahasiswa untuk mengasah sensitivitas sosial sekaligus memperkuat tradisi intelektual dalam bingkai keislaman.
“Forum seperti ini sangat penting karena mahasiswa tidak hanya berdiskusi secara akademik, tetapi juga belajar menumbuhkan empati sosial. Inilah esensi gerakan mahasiswa, yaitu menghadirkan gagasan sekaligus keberpihakan pada masyarakat,” ujar Dr. Naghfir dalam pemaparannya.
Menurutnya, ruang-ruang diskusi informal seperti “kongkow” justru sering kali menjadi titik awal lahirnya gagasan besar yang mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat.
“Mahasiswa harus menjadikan ruang pertemuan seperti ini sebagai laboratorium gagasan. Dari diskusi santai bisa lahir pemikiran besar yang menggerakkan kepedulian sosial, apalagi ketika dibarengi dengan aksi nyata seperti santunan dan berbagi kepada sesama,” tambahnya.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa ruang pergaulan mahasiswa tidak selalu identik dengan aktivitas nonproduktif. Sebaliknya, melalui kreativitas dan kepedulian, ruang “kongkow” dapat bertransformasi menjadi gerakan sosial yang membawa manfaat bagi lingkungan sekitar.
Di penghujung kegiatan, panitia juga mengajak seluruh peserta untuk memperbanyak membaca sholawat sebagai bentuk penguatan spiritual dan refleksi diri di tengah aktivitas akademik dan sosial mahasiswa.
Atmosfer kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa masih memiliki semangat kuat untuk menjaga nilai solidaritas, intelektualitas, dan kepedulian sosial di tengah dinamika zaman. (REDJAVA****)









