JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Sebuah aksi nyata kepedulian lingkungan lahir dari kolaborasi internasional. Alumni penerima beasiswa Korea International Cooperation Agency (KOICA) yang tergabung dalam KOICA Scholarship Alumni (KOSA) bersama World Friend Korea (WFK), menggagas gerakan penanaman 10.500 bibit mangrove secara serentak di dua daerah, Jakarta dan Sumenep, pada Sabtu (30/8).
Di Taman Wisata Alam Angke Kapuk, Jakarta, sebanyak 500 bibit mangrove ditanam. Sementara di pesisir Dermaga Cangkarman, Desa Aengbaja Kenek, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, sebanyak 10.000 bibit ditanam secara bergotong royong dengan melibatkan masyarakat setempat.
Kegiatan bertajuk “Nurturing Mangroves, Empowering Futures” ini menjadi bagian dari program bakti sosial tahunan KOSA yang mengedepankan semangat menjaga lingkungan sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kelestarian ekosistem pesisir.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penanaman di Bluto ditandai dengan prosesi simbolis oleh Bupati Sumenep yang diwakili Camat Bluto, Kamiluddin, serta diikuti kelompok masyarakat lokal seperti Reng Paseser, Arudam Farm, SMP Binar Sumenep, SMK Nasyirul Ulum Bluto, hingga warga Desa Aengbaja Kenek. Selama sepuluh hari ke depan, ribuan bibit itu akan ditanam bertahap menyesuaikan kondisi pasang surut air laut.
Plt. Camat Bluto, Kamiluddin, menyampaikan apresiasi tinggi atas dukungan KOICA dan KOSA.
“Bantuan 10.000 bibit mangrove ini sangat berarti bagi kelestarian alam pesisir Bluto. Semoga bisa memberikan manfaat jangka panjang dalam melindungi pantai dari abrasi dan menjaga keseimbangan ekosistem laut. Ke depan, perlu kiranya dilakukan kerja sama bidang lingkungan lainnya di Kabupaten Sumenep,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum KOSA, Windha Eka Mariani, menegaskan bahwa program ini sejalan dengan prioritas KOICA sekaligus mendukung agenda nasional Indonesia dalam pembangunan berkelanjutan.
“Indonesia memiliki ekosistem mangrove seluas 3,3 juta hektare atau 23 persen dari total mangrove dunia. Namun, sekitar 19 persen di antaranya mengalami kerusakan. Karena itu, kegiatan penanaman ini bukan hanya soal menambah jumlah pohon, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya mangrove dalam mencegah abrasi dan menyerap karbon,” paparnya.
Hal senada diungkapkan Founder Arudam Farm, Edy Suprayitno, yang melihat aksi ini sebagai langkah konkret mengurangi risiko bencana di wilayah pesisir.
“Mangrove bukan hanya pelindung pantai, tetapi juga penyerap karbon, penyejuk iklim, dan penjaga kualitas air laut. Kami sangat berterima kasih atas peran KOICA dan KOSA, dan berharap kerja sama ini terus berlanjut,” ungkapnya.
Perwakilan KOICA Indonesia menambahkan, kegiatan ini diharapkan mampu memberi manfaat berkelanjutan bagi ekosistem pesisir, serta memperkuat kolaborasi antara masyarakat lokal dengan komunitas global dalam menghadapi tantangan lingkungan.
Dengan aksi nyata ini, Jakarta dan Sumenep tidak hanya menanam mangrove, tetapi juga menanam harapan: harapan akan pesisir yang lebih tangguh, lingkungan yang lebih lestari, dan masa depan yang lebih hijau untuk generasi mendatang. (REDJAVA****)








