JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Kepedulian terhadap lingkungan tak cukup hanya menjadi slogan. Ia harus hadir dalam tindakan nyata di ruang publik. Itulah yang dilakukan Komunitas Kita Berbagi Sumenep (KBS) yang berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep menggelar aksi bersih-bersih sampah di Jalan Asta Tinggi, Sabtu (24 Januari 2026).
Sejak pagi hari, para relawan KBS bersama petugas DLH menyisir sepanjang ruas jalan yang dikenal sebagai salah satu akses penting masyarakat Sumenep. Sampah plastik, limbah rumah tangga, hingga sisa material yang berpotensi mencemari lingkungan dikumpulkan dan diangkut untuk ditangani secara layak.

Ketua KBS Sumenep, Akhmad Sahruddin, S.H., menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk panggilan moral untuk mengembalikan kesadaran publik tentang pentingnya menjaga ruang bersama.
“Aksi bersih-bersih ini adalah pesan moral bahwa lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita semua sebagai warga Sumenep,” kata Akhmad Sahruddin di sela kegiatan.
Menurutnya, kawasan Asta Tinggi dipilih karena memiliki nilai strategis sekaligus simbolik. Selain menjadi jalur aktivitas masyarakat, kawasan tersebut juga mencerminkan wajah kota yang seharusnya bersih dan tertata.

“Kalau ruang publik seperti Asta Tinggi kita biarkan kotor, maka yang tercoreng bukan hanya lingkungan, tapi juga wajah dan martabat daerah kita sendiri,” tegasnya.
Akhmad Sahruddin menambahkan, kolaborasi dengan DLH menjadi bukti bahwa sinergi antara komunitas masyarakat dan pemerintah daerah dapat melahirkan gerakan nyata yang berdampak langsung.
“Kami mengapresiasi DLH Sumenep yang membuka ruang kolaborasi. Ini contoh baik bahwa persoalan lingkungan bisa diselesaikan bersama, bukan saling menunggu,” katanya.
Lebih jauh, KBS berharap kegiatan ini menjadi pemantik lahirnya kesadaran kolektif yang berkelanjutan, bukan aksi sesaat. Edukasi dan perubahan perilaku masyarakat, menurutnya, adalah kunci utama menjaga kebersihan lingkungan.

“Harapan kami sederhana, gerakan ini menular. Masyarakat tergerak untuk tidak membuang sampah sembarangan dan ikut menjaga kebersihan tanpa harus menunggu kegiatan seperti ini,” pungkas Akhmad Sahruddin.
Aksi bersih-bersih di Jalan Asta Tinggi ini menjadi bukti bahwa gerakan sosial berbasis komunitas mampu menjadi kekuatan penting dalam menjaga kelestarian lingkungan. Dengan kolaborasi yang terus diperkuat, Sumenep diharapkan mampu melangkah menuju daerah yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. (REDJAVA/$$$)












