Gelombang 3,5 Meter Lumpuhkan Jalur Laut Jangkar–Madura, Penyeberangan ke Sumenep Dihentikan Sementara

Sabtu, 10 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gelombang 3,5 Meter Lumpuhkan Jalur Laut Jangkar–Madura, Penyeberangan ke Sumenep Dihentikan Sementara

Gelombang 3,5 Meter Lumpuhkan Jalur Laut Jangkar–Madura, Penyeberangan ke Sumenep Dihentikan Sementara

JAVANETWORK.CO.ID.SITUBONDO – Jalur transportasi laut Pelabuhan Jangkar, Situbondo menuju Madura kembali lumpuh. Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jawa Timur secara resmi menunda sementara seluruh operasional kapal motor penyeberangan rute Jangkar–Sumenep, menyusul cuaca ekstrem yang melanda perairan Laut Sumenep.

Penundaan diberlakukan mulai Sabtu (10/1/2025) dan diperkirakan berlangsung satu hingga dua hari ke depan, sambil menunggu kondisi cuaca dinyatakan aman untuk pelayaran.

Pengawas Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan (SPPP) Jangkar BPTD Kelas II Jawa Timur, Abdul Hamid, mengatakan keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan faktor keselamatan penumpang dan awak kapal.

“Saat ini kondisi cuaca di perairan Laut Sumenep masih ekstrem, angin kencang disertai gelombang tinggi yang mencapai sekitar 3,5 meter,” kata Abdul Hamid.

Menurutnya, tinggi gelombang tersebut melampaui ambang batas aman bagi kapal motor penyeberangan yang melayani lintasan ke kepulauan Madura.

“Dengan gelombang setinggi itu, risiko pelayaran sangat besar. Karena itu keberangkatan kapal kami tunda demi keselamatan bersama,” ujarnya menegaskan.

Salah satu kapal yang terdampak langsung adalah KMP Dharma Kartika, yang melayani rute Jangkar–Kalianget–Raas, Kabupaten Sumenep. Kapal tersebut seharusnya berlayar pada pukul 08.00 WIB, namun terpaksa tertahan di pelabuhan.

“KMP Dharma Kartika hari ini tidak diberangkatkan karena kondisi laut di jalur Jangkar–Sumenep masih belum memungkinkan,” jelas Abdul Hamid.

Ia menambahkan, penundaan akan terus diberlakukan hingga otoritas pelabuhan memastikan kondisi cuaca benar-benar aman bagi pelayaran.

“Keberangkatan baru akan kami buka kembali setelah ada perbaikan signifikan pada cuaca dan gelombang laut,” katanya.

Meski aktivitas penyeberangan dihentikan sementara, Abdul Hamid memastikan tidak terjadi penumpukan penumpang di Pelabuhan Jangkar. Informasi terkait cuaca ekstrem telah disampaikan lebih awal kepada masyarakat.

“Kami sudah mengumumkan potensi penundaan ini sejak beberapa hari sebelumnya, sehingga situasi di pelabuhan tetap kondusif,” ungkapnya.

Ia pun mengimbau masyarakat, khususnya warga kepulauan di Kabupaten Sumenep, tidak memaksakan perjalanan laut selama cuaca ekstrem masih berlangsung.

“Kami minta masyarakat bersabar dan terus mengikuti informasi resmi dari pelabuhan. Keselamatan jauh lebih penting daripada memaksakan keberangkatan,” pungkas Abdul Hamid. (REDJAVA/$$$)

Baca Juga :  Hadiri Harlah Iksaputra XLIV Annuqayah Lubangsa Guluk-Guluk, Berikut Disampaikan Kemenag Lumajang

Berita Terkait

Transformasi ASN Sumenep: Bupati Fauzi Luncurkan Aplikasi SIMANTRA demi Layanan Publik Unggul
Rakercab Pramuka Sumenep 2026, Bupati Fauzi Soroti Ancaman Media Sosial bagi Anak
Helmi Art Museum Dukung Pengembangan Keris Sumenep, Siap Jaga Warisan Budaya Leluhur
Sensus 2026 hingga SILAPOR 112, Ini 3 Instruksi Penting Kepala Diskominfo Sumenep ke ASN
Wejangan Bupati Fauzi saat Sambut Kepulangan Jemaah Haji Kloter 77-81
Momentum Hari Asyura, Koramil Sapudi dan Masjid Baitul Bilad Sumenep Basuh Air Mata Anak Yatim
Berburu Bumbu Masak Instan di Pasar Jangara: Solusi Praktis, Murah dan Ramah di Kantong
Membanggakan! Atlet Muda Asal ‘Kota Keris’ Sumenep Dipanggil PASI Jatim untuk Kejurnas Atletik 2026 di Jakarta

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 19:41 WIB

Transformasi ASN Sumenep: Bupati Fauzi Luncurkan Aplikasi SIMANTRA demi Layanan Publik Unggul

Senin, 22 Juni 2026 - 17:19 WIB

Rakercab Pramuka Sumenep 2026, Bupati Fauzi Soroti Ancaman Media Sosial bagi Anak

Senin, 22 Juni 2026 - 11:57 WIB

Helmi Art Museum Dukung Pengembangan Keris Sumenep, Siap Jaga Warisan Budaya Leluhur

Senin, 22 Juni 2026 - 10:40 WIB

Sensus 2026 hingga SILAPOR 112, Ini 3 Instruksi Penting Kepala Diskominfo Sumenep ke ASN

Minggu, 21 Juni 2026 - 22:35 WIB

Momentum Hari Asyura, Koramil Sapudi dan Masjid Baitul Bilad Sumenep Basuh Air Mata Anak Yatim

Berita Terbaru