JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir kembali digaungkan BAZNAS Kabupaten Sumenep.
Lembaga tersebut, berkolaborasi dengan Balai Perempuan Masalembu Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Kabupaten Sumenep, menyalurkan bantuan renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk Ibu Salima (72), warga lanjut usia yang tinggal bersama putrinya penyandang disabilitas wicara.
Rumah Ibu Salima sebelumnya jauh dari standar kelayakan huni: dinding rapuh, atap bocor, dan sanitasi tidak memadai. Tim gabungan BAZNAS dan KPI lebih dulu melakukan asesmen lapangan untuk memastikan kondisi dan kebutuhan yang paling mendesak.
Hasilnya, diputuskan pembangunan rumah baru sekaligus relokasi ke lokasi yang lebih dekat keluarga dan masyarakat, agar kebutuhan harian Ibu Salima lebih mudah dipantau.
Ketua KPI Kabupaten Sumenep, Nunung Fitriana, menegaskan bahwa kolaborasi antar-lembaga menjadi kunci percepatan perbaikan kualitas hidup masyarakat rentan.
“Kerja sama seperti ini adalah bukti bahwa kepedulian kolektif mampu mempercepat langkah pengentasan kemiskinan. Rumah yang layak adalah pondasi kehidupan yang bermartabat,” ujarnya kepada media ini, Senin (01/11/2025).
Nunung menambahkan bahwa dukungan yang tepat sasaran akan memberikan dampak jangka panjang, terutama bagi perempuan dan kelompok rentan yang kerap luput dari perhatian.
“Kami memastikan setiap bantuan menjangkau mereka yang benar-benar membutuhkan, terutama lansia dan perempuan yang hidup dalam keterbatasan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Balai Perempuan Masalembu KPI, Fatimatuzzahroh, menjelaskan bahwa pembangunan rumah baru dilakukan di lokasi yang lebih strategis.
“Kami sudah berdiskusi dengan keluarga. Mengingat Ibu Salima sudah sepuh dan putrinya memiliki disabilitas wicara, rumah baru harus berada dekat saudara dan tetangga agar kesehariannya lebih mudah dipantau,” jelasnya.
Ibu Salima sendiri tak mampu menyembunyikan rasa harunya saat menerima bantuan tersebut. Baginya, rumah baru bukan sekadar bangunan, tetapi harapan baru untuk menjalani hari dengan lebih aman dan nyaman.
“Terima kasih kepada BAZNAS dan semua pihak yang sudah peduli. Semoga berkah dan menjadi amal jariyah bagi semuanya,” ucapnya dengan suara bergetar.
Melalui sinergi BAZNAS, KPI, dan masyarakat lokal, program ini diharapkan menjadi inspirasi bagi organisasi lain untuk turun tangan langsung membantu warga yang hidup di garis kerentanan.
Semangat kolaborasi ini menegaskan bahwa zakat, infak, dan sedekah dapat memberikan perubahan nyata bila disalurkan secara tepat guna dan humanis. (REDJAVA****)












