KH Imam Hasyim Ajak Santri Jadi Motor Pemerintahan Bersih: Semangat Santri Harus Hidup dalam Setiap Kebijakan

- Redaksi

Selasa, 21 Oktober 2025 - 17:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Sumenep sekaligus Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Sumenep, KH Imam Hasyim, S.H., M.H.

Wakil Bupati Sumenep sekaligus Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Sumenep, KH Imam Hasyim, S.H., M.H.

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP — Peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Kabupaten Sumenep tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan.

Di tengah semarak dan gegap gempita santri yang memenuhi alun-alun kota, sebuah pesan mendalam menggema dari Wakil Bupati Sumenep sekaligus Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Sumenep, KH Imam Hasyim, S.H., M.H.

Sebagai pengasuh Pondok Pesantren Attaufiqiyah Aengbajaraja, Kecamatan Bluto, KH Imam Hasyim menyerukan agar semangat santri tidak berhenti pada romantisme masa lalu, tetapi menjadi energi moral yang nyata dalam membangun pemerintahan bersih, berintegritas, dan berpihak pada kepentingan rakyat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Santri punya andil besar dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Dari Resolusi Jihad yang dikumandangkan KH Hasyim Asy’ari dan KH Wahab Hasbullah, hingga takbir yang menggema di langit Surabaya, penjajah akhirnya bertekuk lutut di hadapan bangsa Indonesia,” kata KH Imam Hasyim kepada media ini, Selasa (21/10/2025).

Menurutnya, perjuangan santri kini telah memasuki babak baru. Jika dulu para santri berjuang dengan bambu runcing, maka kini perjuangan mereka diwujudkan melalui integritas, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam mengelola pemerintahan serta pelayanan publik.

“Keterlibatan santri dalam pemerintahan akan memberikan kontribusi nyata untuk menciptakan birokrasi yang bersih, disiplin, dan menjadi teladan bagi masyarakat. Santri harus hadir bukan hanya sebagai pengingat moral, tetapi juga pelaku perubahan,” ujarnya.

KH Imam Hasyim menilai, karakter santri yang terbentuk dari kehidupan pesantren seperti kejujuran, kesederhanaan, tanggung jawab, dan kepatuhan terhadap ajaran ulama merupakan modal utama dalam membangun birokrasi yang beretika dan berorientasi pada pelayanan rakyat.

Baca Juga :  Percepat Penanganan Stunting Nasional, Korps Brimob dan BKKBN Lakukan Hal Ini

Sebagai Ketua DPC PKB Sumenep, partai yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama (NU), ia menegaskan bahwa nilai-nilai keislaman yang membumi harus menjadi ruh perjuangan politik dan pemerintahan.

Politik, baginya, bukan sekadar perebutan kekuasaan, tetapi sarana untuk menebar kemaslahatan bagi umat.

“Santri itu punya modal moral yang kuat. Mereka terbiasa hidup sederhana dan ikhlas mengabdi. Kalau nilai itu dibawa ke pemerintahan dan politik, insyaallah Sumenep akan memiliki birokrasi dan kepemimpinan yang bersih dan berkarakter,” jelas KH. Imam Hasyim.

Wabup yang dikenal santun dan rendah hati ini menegaskan bahwa membangun pemerintahan yang bersih dan berkeadilan membutuhkan sinergi dari seluruh elemen birokrasi mulai dari ASN, OPD, hingga BUMD.

“Membangun pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel tidak segampang membalik telapak tangan. Dibutuhkan kesadaran kolektif agar pemerintahan benar-benar berorientasi pada pelayanan rakyat,” tuturnya.

Ia juga menambahkan, Pemerintah Kabupaten Sumenep saat ini terus mendorong transformasi digital dalam pelayanan publik, peningkatan transparansi anggaran, dan memperkuat pengawasan internal.

Baca Juga :  Jelang Bulan Suci Ramadhan 1445 H, Harga Daging Ayam Potong Mulai Naik Dikisaran Rp50 Perkg

Semua langkah tersebut, menurutnya, adalah bagian dari jihad moral membangun tata kelola pemerintahan yang modern dan berkeadilan.

“Semangat santri dalam pemerintahan berarti semangat untuk melayani, bukan dilayani. Kita ingin birokrasi hadir dengan wajah yang ramah, cepat, dan jujur,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, KH Imam Hasyim juga menegaskan pentingnya pemerataan pembangunan antara daratan dan kepulauan. Ia menilai, keadilan dalam distribusi anggaran menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian kepada rakyat.

“Pemimpin harus mampu memanage APBD dengan berpihak kepada rakyat, tanpa membeda-bedakan antara pulau dan daratan baik dalam bidang pendidikan, pembangunan sipil, maupun infrastruktur,” tegasnya.

Menurutnya, kepulauan Sumenep bukan sekadar wilayah terpisah secara geografis, tetapi bagian integral dari satu kesatuan daerah yang harus tumbuh bersama.

“Kepulauan adalah aset dan kebanggaan kita. Membangun kepulauan berarti menjaga masa depan Sumenep yang lebih berdaulat dan sejahtera,” tambahnya.

Sebagai tokoh pesantren sekaligus pemimpin politik, KH Imam Hasyim menilai bahwa santri hari ini harus berani mengambil peran lebih besar di ruang publik baik di ranah politik, pemerintahan, maupun sosial kemasyarakatan.

Bagi dia, keberanian moral santri adalah fondasi utama dalam membangun negeri.

“Santri sejati bukan yang hanya berpeci dan bersarung, tapi yang berani terjun mengabdi untuk umat. Pemerintahan yang bersih dan berpihak pada rakyat tidak akan terwujud tanpa keberanian moral dari mereka yang berjiwa santri,” jelasnya penuh semangat.

Sebagai pemimpin yang tumbuh dari kultur pesantren, KH Imam Hasyim menempatkan keteladanan (uswah hasanah) sebagai inti dari kepemimpinan.

Baca Juga :  BAWA PESAN BUPATI FAUZI, TKM KLATEN APRESIASI DUKUNGAN PEMKAB KLATEN

Ia menegaskan bahwa pemimpin sejati adalah yang mampu memimpin dengan hati dan memberi contoh nyata dalam kebijakan serta perilaku.

“Tugas pemimpin bukan sekadar membangun fisik, tapi juga membangun kesejahteraan dan martabat rakyat. Itulah semangat santri sejati berjuang, berkhidmat, dan memberi manfaat untuk umat,” terangnya.

Peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Sumenep menjadi momentum penting bagi seluruh elemen masyarakat, terutama bagi kalangan pemerintahan dan politik, untuk meneguhkan kembali semangat kebangsaan dan pengabdian kepada rakyat.

Nilai-nilai perjuangan santri seperti kejujuran, amanah, dan kesederhanaan diharapkan menjadi dasar setiap kebijakan publik di daerah.

Sebagai Wakil Bupati dan Ketua DPC PKB Sumenep, KH Imam Hasyim berkomitmen membawa semangat pesantren ke ranah pemerintahan. Ia mengajak seluruh santri, ulama, dan pemuda untuk bersama-sama mengawal pembangunan Sumenep agar lebih berkeadilan, sejahtera, dan berakhlak.

“Sumenep harus menjadi contoh bahwa nilai-nilai santri bisa menjadi roh bagi tata kelola pemerintahan modern. Dari pesantren untuk rakyat, dari santri untuk negeri,” pungkasnya. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Ribuan Warga Semarakkan Pembukaan Rangkaian HUT ke-81 RI di Guluk-Guluk, Camat Ajak Masyarakat Rawat Persatuan dan Semangat Gotong Royong
Membanggakan! Siswi SDN Gapura Barat I Sumenep Tembus Juara III OPEC Se-Madura 2026
AMPD Desak Kemenag Buka Suara Soal Isu Pengisian Jabatan Strategis, Nilai Transparansi Jadi Penentu Kepercayaan Publik
Pelantikan PC IPNU-IPPNU Sumenep 2026-2028, KH Widadi Rahim: Regenerasi NU Lahirkan Pemimpin Masa Depan
dr. Laos Soroti Stigma ODGJ di Sumenep, Dukungan Keluarga Jadi Kunci Pemulihan
Debut Manis Atlet Baru, Kontingen Angkat Berat Sumenep Borong Dua Medali Perunggu di Kejurprov PABERSI Jatim 2026
Pelantikan KJS 2026–2029 dan Launching MEC 2026, Bupati Fauzi Ajak Insan Pers Perkuat Pembangunan Sumenep
Pengurus Ambalan Jokotole–Dewi Ratnadi MAN Sumenep Resmi Dilantik, Siapkan Generasi Pemimpin Berkarakter

BERITA TERKAIT

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Ribuan Warga Semarakkan Pembukaan Rangkaian HUT ke-81 RI di Guluk-Guluk, Camat Ajak Masyarakat Rawat Persatuan dan Semangat Gotong Royong

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 21:01 WIB

Membanggakan! Siswi SDN Gapura Barat I Sumenep Tembus Juara III OPEC Se-Madura 2026

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 20:14 WIB

AMPD Desak Kemenag Buka Suara Soal Isu Pengisian Jabatan Strategis, Nilai Transparansi Jadi Penentu Kepercayaan Publik

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 19:48 WIB

Pelantikan PC IPNU-IPPNU Sumenep 2026-2028, KH Widadi Rahim: Regenerasi NU Lahirkan Pemimpin Masa Depan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 18:29 WIB

dr. Laos Soroti Stigma ODGJ di Sumenep, Dukungan Keluarga Jadi Kunci Pemulihan

BERITA TERBARU