Ketua PSN Perisai Putih Sesalkan Keputusan Wasit di PORPROV Jatim 2025

Sabtu, 5 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua PSN Perisai Putih Sesalkan Keputusan Wasit di PORPROV Jatim 2025

Ketua PSN Perisai Putih Sesalkan Keputusan Wasit di PORPROV Jatim 2025

JAVANETWORK.CO.ID.MALANG — Ketua Perguruan Silat Nasional (PSN) Perisai Putih Cabang Sumenep, Imam Syafi’ie, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kepemimpinan wasit di gelanggang 3 ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Jawa Timur 2025.

Pernyataan itu disampaikannya usai insiden yang menimpa dua atletnya dalam pertandingan final yang berlangsung di Aula UIN Maulana Malik Ibrahim, Kota Malang, Sabtu (5/7/2025).

Salah satu insiden mencolok terjadi saat Fettum Mukhsin Al Katiri, atlet kelas B putri PSN Perisai Putih Sumenep, mengalami cedera serius akibat tendangan keras dari lawan yang mengarah langsung ke wajah dan rahang.

Baca Juga :  Kapolri Ucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri: Perkokoh Kebersamaan dan Rajut Persatuan Wujudkan Indonesia Tangguh dan Tumbuh

Akibat benturan tersebut, Fettum harus dilarikan ke rumah sakit dan tidak dapat melanjutkan pertandingan. Ironisnya, wasit tidak memberikan sanksi apa pun kepada lawan atas insiden tersebut.

“Tendangan itu jelas mengenai wajah dan rahang, seharusnya dikategorikan pelanggaran berat. Tapi tidak ada peringatan, apalagi diskualifikasi. Ini sangat mengecewakan dan mencederai semangat fair play,” ujar Imam dengan nada kecewa kepada media ini, Sabtu (05/07/2025).

Kekecewaan juga datang dari hasil pertandingan final kelas B putra. Arya Putra Fernanda, yang juga merupakan atlet PSN Perisai Putih Sumenep, disebut kehilangan peluang meraih medali emas karena dua tendangan bersih yang dilayangkan tidak dihitung sebagai poin oleh wasit. Arya akhirnya harus puas dengan medali perak.

Baca Juga :  Berikan Layanan Optimal Kepada Masyarakat, UPT BLK Sumenep Launching Aplikasi SIAPP

Menurut Imam, dua kejadian tersebut tidak hanya merugikan secara fisik dan mental, tetapi juga mencederai semangat keadilan dalam olahraga.

Ia pun meminta kepada Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jawa Timur untuk segera mengevaluasi kinerja wasit, khususnya yang bertugas di gelanggang 3.

“Kami tidak menuntut kemenangan, tapi kami ingin keadilan ditegakkan. Atlet kami sudah berjuang dengan sportif. Saat terjadi pelanggaran, semestinya wasit bertindak tegas sesuai aturan,” pungkas Imam Syafi’ie. (REDJAVA****)

Berita Terkait

Kapolres Sumenep Hadiri Kunker Komandan Kodaeral V/Surabaya di Keraton Sumenep, Sinergi TNI–Polri Kian Solid
Percasi Sumenep Perkuat Pembinaan Atlet Lewat Friendly Match dengan Pamekasan
Satresnarkoba Polres Sumenep Bongkar Kasus Sabu 2,34 Gram, Dua Pria Ditangkap di Paberasan
IWO Sumenep Gelar Lomba Bung Karno 2026, Ratusan Generasi Muda Madura Adu Bakat dan Gagasan
Kejari Sumenep Warning Pelaksana BSPS 2026: Jangan Main-Main dengan Dana Bantuan Rumah
Sekda Sumenep Agus Dwi Saputra Ingatkan Kasus Korupsi BSPS Saat Sosialisasi BSPS 2026
Karutan Sumenep Percepat Transformasi Digital, E-LAKSI Jadi Terobosan Baru Permudah Layanan Masyarakat
Pelajar Guluk-Guluk Diajak Jadi Agen Perubahan Lingkungan, Mahasiswi Annuqayah Gelar Gerakan Hijau Selama Sebulan

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 22:17 WIB

Kapolres Sumenep Hadiri Kunker Komandan Kodaeral V/Surabaya di Keraton Sumenep, Sinergi TNI–Polri Kian Solid

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:35 WIB

Percasi Sumenep Perkuat Pembinaan Atlet Lewat Friendly Match dengan Pamekasan

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:14 WIB

Satresnarkoba Polres Sumenep Bongkar Kasus Sabu 2,34 Gram, Dua Pria Ditangkap di Paberasan

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:32 WIB

IWO Sumenep Gelar Lomba Bung Karno 2026, Ratusan Generasi Muda Madura Adu Bakat dan Gagasan

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:11 WIB

Kejari Sumenep Warning Pelaksana BSPS 2026: Jangan Main-Main dengan Dana Bantuan Rumah

Berita Terbaru