Ketua HIMPSI Sumenep Paparkan Bahaya Bullying di Halaqah Pesantren Ramah Anak

Selasa, 30 April 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua HIMPSI Sumenep Dr. KH. Zamzani Sabiq MPsi Saat Memaparkan Bahaya Bullying di Halaqah Pesantren Ramah Anak, Selasa (30/04/2024)

Ketua HIMPSI Sumenep Dr. KH. Zamzani Sabiq MPsi Saat Memaparkan Bahaya Bullying di Halaqah Pesantren Ramah Anak, Selasa (30/04/2024)

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Cabang Sumenep Dr. KH. Zamzani Sabiq, MPsi menjadi salah satu pembicara di Halaqah Pesantren Ramah Anak (PRA) digelar oleh Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep, Selasa (30/04/2024).

Kegiatan tersebut terselenggara berkat kerja sama antara Kemenag bersama Rabithah Ma’ahid Islamiyah PCNU Sumenep bertempat di Aula Kemenag setempat bertemakan “Revitalisasi Peran Pesantren Sebagai Lembaga Pendidikan dan Lembaga Pengasuhan yang Ramah Anak”.

Dalam kesempatan itu, Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Cabang Sumenep, Dr. KH. Zamzani Sabiq, MPsi memaparkan bahaya bullying di pesantren yang sudah tentu akan berdampak pada perkembangan fisik dan psikologis para santri.

Baca Juga :  Ketua Paguyuban PR Sumenep Sambut Baik Penetapan TIHT 2025, Perisai Teguh Hadapi Fluktuasi Harga

“Bullying yang pasti akan berdampak negatif kepada korban. Diantaranya kesakitan fisik dan psikologis, kepercayaan diri merosot, takut sekolah, menderita ketakutan sosial, ada keinginan bunuh diri dan alami gangguan jiwa. Selain itu korban akan malu, trauma, merasa sendiri dan serba salah,” papar Dr. KH. Zamzani Sabiq MPsi.

Oleh karena itu, kata Ketua HIMPSI Sumenep meminta kepada semua pengurus pesantren agar mendeteksi tindakan bullying sejak dini kemudian berikan peraturan yang sangat tegas terkait bullying.

Baca Juga :  Usai Dikukuhkan AJS Gelar Raker Dengan Tema Membangun Kesadaran Publikasi Desa di Hotel Aston

“Dan selain itu berikan pengajaran agar para santri yang menjadi korban bullying untuk berani melawan atau melaporkan kepada pihak pesantren,” imbuhnya.

Lebih jauh, salah satu pengasuh Ponpes Nasyrul Ulum Aeng Dake Bluto itu menyebut ada 4 jenis bullying yang sering dilakukan oleh pelaku bullying.

“Pertama verbal, seperti berupa sebutan julukan nama, celaan, fitnah, kritikan kejam, penghinaan. Kedua bullying fisik seperti memukul, menendang, menampar, mencekik serta merusak barang milik korban,” lanjutnya.

Baca Juga :  Refleksi Hari Sumpah Pemuda 2024, Pemuda Sebagai Motor Penggerak Pembangunan

Bullying yang ketiga kata Ketua HIMPSI Sumenep adalah bullying sosial seperti pengabaian dan pengucilan korban bullying di lingkungan sosial, sedangkan yang keempat bullying cyber yang dilakukan melalui sarana elektronik.

“Untuk itu. Marilah kita harus mulai konsen dan komitmen terhadap pencegahan perilaku bullying terhadap santri agar pesantren yang ramah anak bisa semakin dirasakan oleh para santri dan masyarakat,” pungkasnya. (REDJAVA****)

Berita Terkait

Transformasi ASN Sumenep: Bupati Fauzi Luncurkan Aplikasi SIMANTRA demi Layanan Publik Unggul
Rakercab Pramuka Sumenep 2026, Bupati Fauzi Soroti Ancaman Media Sosial bagi Anak
Helmi Art Museum Dukung Pengembangan Keris Sumenep, Siap Jaga Warisan Budaya Leluhur
Sensus 2026 hingga SILAPOR 112, Ini 3 Instruksi Penting Kepala Diskominfo Sumenep ke ASN
Wejangan Bupati Fauzi saat Sambut Kepulangan Jemaah Haji Kloter 77-81
Momentum Hari Asyura, Koramil Sapudi dan Masjid Baitul Bilad Sumenep Basuh Air Mata Anak Yatim
Berburu Bumbu Masak Instan di Pasar Jangara: Solusi Praktis, Murah dan Ramah di Kantong
Membanggakan! Atlet Muda Asal ‘Kota Keris’ Sumenep Dipanggil PASI Jatim untuk Kejurnas Atletik 2026 di Jakarta

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 19:41 WIB

Transformasi ASN Sumenep: Bupati Fauzi Luncurkan Aplikasi SIMANTRA demi Layanan Publik Unggul

Senin, 22 Juni 2026 - 17:19 WIB

Rakercab Pramuka Sumenep 2026, Bupati Fauzi Soroti Ancaman Media Sosial bagi Anak

Senin, 22 Juni 2026 - 11:57 WIB

Helmi Art Museum Dukung Pengembangan Keris Sumenep, Siap Jaga Warisan Budaya Leluhur

Senin, 22 Juni 2026 - 09:00 WIB

Wejangan Bupati Fauzi saat Sambut Kepulangan Jemaah Haji Kloter 77-81

Minggu, 21 Juni 2026 - 22:35 WIB

Momentum Hari Asyura, Koramil Sapudi dan Masjid Baitul Bilad Sumenep Basuh Air Mata Anak Yatim

Berita Terbaru