JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sumenep KH. Qusyairi Zaini, S.S mengutuk keras terjadinya pencabutan label gereja di tenda pengungsi korban gempa bumi Cianjur.
Menurut dirinya perbuatan itu seharusnya tidak boleh terjadi. Karena musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Kabupaten Cianjur adalah musibah kita bersama, duka kita bersama.
“Saya mengutuk keras dan menyesalkan perbuatan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab atas pencabutan lebel gereja yang terjadi di tenda pengungsian korban gempa Cianjur,” tegas Ketua FKUB Kabupaten Sumenep Gus Qusyairi kepada media ini, Selasa (29/11/2022).
Pihaknya berharap dengan kejadian gempa yang menimpa saudara-saudara kita di Cianjur, kita seharusnya peduli dan bergandengan tangan untuk membantu saudara-saudara kita agar bisa kembali bangkit.
Siapa pun boleh mengulurkan tangan kata Gus Qusyairi untuk berempati dan membantu saudaranya yang tertimpa musibah, karena musibah itu tidak melihat suku, agama, ras dan budaya.
“Musibah yang terjadi dan menimpa sebagian penduduk negeri ini adalah musibah kita bersama didalam konteks berbangsa dan bernegara. Ibarat satu tubuh, bilamana ada satu anggota tubuh kita sakit, maka sakit pulalah seluruh anggota tubuh lainnya,” ucap Pengasuh Ponpes Hidayatul Ulum Utara Desa Gadu Barat Kecamatan Ganding itu.
Lebih lanjut Kiai muda ini menambahkan bila terjadi musibah seperti yang dialami saudara-saudara kita di Cianjur pekan lalu, maka seluruh elemen bangsa harus memiliki rasa empati dan juga rasa peduli untuk bersama-sama membantu agar mereka bisa bangkit kembali.
“Saatnya kita itu bersatu untuk membangun bangsa dan negara ini agar bisa lebih maju dan bangkit dari keterpurukan. Hindari saling mencurigai antar satu golongan dengan golongan lainnya. Karena para pendiri bangsa ini telah memberikan contoh bagaimana membangun NKRI ini tanpa melihat sekat-sekat ras, suku, dan agama. Saya teringat pesan Gusdur bahwa tidak penting apa agama ataupun suku kita, bila kita bisa melakukan sesuatu yang baik kepada semua orang maka orang tersebut tidak akan bertanya apa agama kita,” pungkas KH Qusyairi Zaini, S.S.
Dirinya pun mengajak untuk seluruh elemen masyarakat agar bersama-sama membantu para korban bencana gempa bumi Cianjur baik bantuan moral, materil dan juga mendoakan. (REDJAVA****)











