JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Suasana pagi di Dusun Karang Komis, Desa Marengan Laok, Kecamatan Kalianget, berubah mencekam.
Sekitar pukul 09.30 WIB, Rabu (14/5/2025), percikan api tiba-tiba membungkus tiang listrik induk di tengah permukiman padat penduduk.
Asap hitam menjulang tinggi ke langit, diiringi teriakan warga yang panik berhamburan menyelamatkan diri dan keluarga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Percikan api tersebut dilaporkan pertama kali oleh seorang warga bernama Bapak Amir melalui layanan darurat SiLaPoR 112 Sumenep.
Dalam laporannya, ia menyebutkan percikan api menyambar bagian atas tiang listrik dan berisiko merembet ke rumah warga sekitar.
Lokasi kejadian tepatnya berada di RT 5 RW 3 Dusun Karang Komis.
Tim dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sumenep bergerak cepat begitu menerima laporan.
Petugas langsung menuju lokasi dengan unit pemadam lengkap, mengingat bahaya yang ditimbulkan bukan hanya karena api, tetapi juga potensi sengatan listrik dari kabel yang terbakar.
“Kami menerima laporan sekitar pukul 09.32 WIB, dan langsung menerjunkan personel ke lokasi. Percikan api berhasil kami padamkan sebelum merembet ke rumah warga,” kata salah satu petugas Damkar Sumenep kepada media ini, Rabu (14/5/2025).
Menurut petugas, penyebab awal kebakaran masih dalam penyelidikan.
Namun dugaan sementara api dipicu oleh korsleting arus listrik akibat cuaca panas yang memicu percikan api pada kabel induk.
Warga setempat sempat membantu proses evakuasi dengan alat seadanya sebelum petugas tiba.
“Beruntung tidak ada korban jiwa, namun kejadian ini menjadi peringatan keras soal pentingnya perawatan jaringan listrik di kawasan padat penduduk,” imbuh petugas tersebut.
Tak hanya petugas damkar, pihak PLN Sumenep juga langsung dikerahkan untuk memutus aliran listrik sementara di wilayah terdampak demi menghindari risiko susulan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait masih melakukan pengecekan dan perbaikan infrastruktur.
“Tiang listrik di kampung kami sudah tua, banyak kabel yang menjuntai. Kami berharap ini jadi perhatian serius pemerintah,” kata seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Peristiwa ini menjadi pengingat nyata bahwa keselamatan publik bukan hanya soal kesiapsiagaan saat bencana, tetapi juga soal pencegahan yang sistematis dan berkelanjutan.
Pemerintah dan masyarakat harus bergandengan tangan memastikan lingkungan tempat tinggal aman dari ancaman sejenis. (REDJAVA****)









