Ketika Dokter Mengetuk Jeruji, Cerita di Balik Layanan Prima Kesehatan Rutan Sumenep

Rabu, 15 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koordinator Tim Medis, dr. Elina.Saat Memeriksa Kondisi Warga Binaan Rutan Kelas IIB Sumenep

Koordinator Tim Medis, dr. Elina.Saat Memeriksa Kondisi Warga Binaan Rutan Kelas IIB Sumenep

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Di balik tembok tinggi dan jeruji besi, kepedulian itu tumbuh. Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Sumenep menunjukkan bahwa pemasyarakatan bukan sekadar menjalani hukuman, tapi juga tentang menjaga harkat kemanusiaan.

Tim medis Rutan Sumenep bergerak cepat menangani lima warga binaan yang mengalami gangguan kesehatan serius. Keluhan mereka beragam: nyeri ulu hati, demam, sesak napas, hingga kesulitan berjalan. Semuanya dirawat intensif di Klinik Pratama Rutan Sumenep, Rabu (15/10/2025)

Baca Juga :  Pekan Ketiga, Kabid GTK Disdik Sumenep Turba Sosialisasikan Program SRG Bersama KKKS se-Kecamatan Batang-Batang

Koordinator Tim Medis, dr. Elina, menyebut langkah cepat ini bagian dari tanggung jawab moral sekaligus kemanusiaan.

“Di sini, kami bukan hanya tenaga medis kami keluarga bagi mereka. Setiap keluhan kesehatan kami tangani secepat mungkin, karena sakit tidak mengenal status hukum,” ujar dr. Elina dengan nada tegas namun empatik.

Tak berhenti di sana, tim medis juga terus melakukan pemantauan harian agar proses pemulihan warga binaan berjalan optimal.

“Kami pantau tekanan darah, suhu tubuh, dan asupan gizi mereka. Kami ingin memastikan tak ada satu pun yang luput dari perhatian. Ini bentuk nyata kepedulian negara kepada warganya, meski mereka tengah menjalani hukuman,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Rutan Kelas IIB Sumenep, Heri Sutriadi, menegaskan bahwa peningkatan layanan kesehatan merupakan bagian dari reformasi layanan pemasyarakatan yang lebih humanis.

“Kami ingin memastikan bahwa Rutan bukan tempat kehilangan harapan. Di sini, hak asasi manusia tetap dijunjung tinggi, termasuk hak untuk sehat dan mendapat perawatan medis,” katanya.

Pihaknya menambahkan, pihaknya terus memperkuat sarana medis dan ketersediaan obat-obatan, serta meningkatkan kompetensi petugas kesehatan.

“Kami sedang memperluas fasilitas klinik dan memperkuat koordinasi dengan Dinas Kesehatan. Tujuannya jelas agar setiap warga binaan merasakan bahwa negara tetap hadir untuk mereka,” tandasnya. (REDJAVA****)

Berita Terkait

Aksi Kurve Dispusip Sumenep dan Yonif 931/JK Jadi Langkah Nyata Menjaga Cagar Budaya
Bimtek LKPM DPMPTSP Sumenep Cetak Lonjakan Investasi Rp32,88 Miliar dalam Dua Hari
Nelayan 72 Tahun Meninggal Dunia, Perahu Karam di Perairan Pakamban Laok Sumenep
Muktamar NU ke-35 Kian Dekat, PCNU Sumenep Ajak Pengurus Perbanyak Munajat dan Riyadhoh
Audiensi PCM Kota Sumenep dan Camat Kota Perkuat Kolaborasi untuk Kemajuan Daerah
Hadapi Era Disrupsi, MTsN 2 Sumenep Susun Kurikulum Baru Demi Cetak Lulusan Tangguh
BAZNAS Sumenep Perkuat Kepercayaan Publik Lewat Audit Keuangan Tahun 2025
Hari Kedua Bimtek Investasi DPMPTSP Sumenep, Pelaku Usaha UMK dan Non UMK Dibekali Pengawasan Berbasis Risiko

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 14:16 WIB

Aksi Kurve Dispusip Sumenep dan Yonif 931/JK Jadi Langkah Nyata Menjaga Cagar Budaya

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:22 WIB

Bimtek LKPM DPMPTSP Sumenep Cetak Lonjakan Investasi Rp32,88 Miliar dalam Dua Hari

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:11 WIB

Nelayan 72 Tahun Meninggal Dunia, Perahu Karam di Perairan Pakamban Laok Sumenep

Jumat, 10 Juli 2026 - 06:55 WIB

Muktamar NU ke-35 Kian Dekat, PCNU Sumenep Ajak Pengurus Perbanyak Munajat dan Riyadhoh

Kamis, 9 Juli 2026 - 23:59 WIB

Audiensi PCM Kota Sumenep dan Camat Kota Perkuat Kolaborasi untuk Kemajuan Daerah

Berita Terbaru