JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Di balik tembok tinggi dan jeruji besi, kepedulian itu tumbuh. Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Sumenep menunjukkan bahwa pemasyarakatan bukan sekadar menjalani hukuman, tapi juga tentang menjaga harkat kemanusiaan.
Tim medis Rutan Sumenep bergerak cepat menangani lima warga binaan yang mengalami gangguan kesehatan serius. Keluhan mereka beragam: nyeri ulu hati, demam, sesak napas, hingga kesulitan berjalan. Semuanya dirawat intensif di Klinik Pratama Rutan Sumenep, Rabu (15/10/2025)
Koordinator Tim Medis, dr. Elina, menyebut langkah cepat ini bagian dari tanggung jawab moral sekaligus kemanusiaan.
“Di sini, kami bukan hanya tenaga medis kami keluarga bagi mereka. Setiap keluhan kesehatan kami tangani secepat mungkin, karena sakit tidak mengenal status hukum,” ujar dr. Elina dengan nada tegas namun empatik.
Tak berhenti di sana, tim medis juga terus melakukan pemantauan harian agar proses pemulihan warga binaan berjalan optimal.
“Kami pantau tekanan darah, suhu tubuh, dan asupan gizi mereka. Kami ingin memastikan tak ada satu pun yang luput dari perhatian. Ini bentuk nyata kepedulian negara kepada warganya, meski mereka tengah menjalani hukuman,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Rutan Kelas IIB Sumenep, Heri Sutriadi, menegaskan bahwa peningkatan layanan kesehatan merupakan bagian dari reformasi layanan pemasyarakatan yang lebih humanis.
“Kami ingin memastikan bahwa Rutan bukan tempat kehilangan harapan. Di sini, hak asasi manusia tetap dijunjung tinggi, termasuk hak untuk sehat dan mendapat perawatan medis,” katanya.
Pihaknya menambahkan, pihaknya terus memperkuat sarana medis dan ketersediaan obat-obatan, serta meningkatkan kompetensi petugas kesehatan.
“Kami sedang memperluas fasilitas klinik dan memperkuat koordinasi dengan Dinas Kesehatan. Tujuannya jelas agar setiap warga binaan merasakan bahwa negara tetap hadir untuk mereka,” tandasnya. (REDJAVA****)












