JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep menggelar doa bersama bagi para korban tragedi Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo dan gempa bumi di Pulau Sapudi, Sumenep.
Acara berlangsung khidmat di Musholla Al-Ikhlas, Kamis (2/10), diikuti pejabat struktural, pengawas madrasah dan PAIS, serta seluruh pegawai lintas seksi.
Kepala Kantor Kemenag Sumenep, Abdul Wasid, menyampaikan rasa belasungkawa mendalam atas musibah yang terjadi.
“Kita semua turut berduka. Peristiwa ini mengingatkan kita untuk memperkuat iman, kesabaran, dan solidaritas di tengah ujian,” ujar Wasid.
Dalam kesempatan itu, doa dipanjatkan untuk para korban yang meninggal dunia maupun yang selamat. Menurut Wasid, selain doa, pihaknya mendorong aksi nyata berupa bantuan kemanusiaan.
“Kemenag Sumenep membuka posko kepedulian. ASN dan masyarakat bisa menyalurkan donasi untuk meringankan beban korban, terutama di wilayah kepulauan yang terdampak gempa,” jelasnya.
Wasid menekankan bahwa momentum duka ini harus menjadi pengingat pentingnya empati sosial.
“Kita tidak boleh berhenti pada belasungkawa. Kepedulian ini harus ditransformasikan menjadi aksi nyata agar masyarakat yang terdampak benar-benar merasakan kehadiran negara,” tandasnya.
Kemenag Sumenep menargetkan bantuan akan segera didistribusikan kepada warga terdampak di Pulau Sapudi, dengan fokus pada kebutuhan dasar.
Dukungan ini, kata Wasid, diharapkan dapat memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi pasca-bencana. (REDJAVA****)











