JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Komitmen meningkatkan kualitas pelayanan publik terus diperkuat Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sumenep melalui pemanfaatan teknologi digital. Di bawah kepemimpinan Kepala Rutan Sumenep, Aditya Wahyu Rahmadani, inovasi E-LAKSI (Layanan Kunjungan dan Integrasi Elektronik) resmi dioptimalkan sebagai langkah strategis untuk menghadirkan layanan yang lebih cepat, mudah, transparan, dan akuntabel bagi masyarakat.
Transformasi layanan berbasis digital ini menjadi bagian dari upaya reformasi birokrasi yang tengah dijalankan Rutan Sumenep. Melalui E-LAKSI, masyarakat kini dapat melakukan pendaftaran kunjungan secara daring serta mengakses berbagai layanan integrasi warga binaan tanpa harus melalui proses administrasi yang panjang dan berbelit.

Kehadiran sistem tersebut dinilai mampu memangkas waktu pelayanan, mengurangi antrean, sekaligus memberikan kemudahan akses bagi masyarakat yang membutuhkan layanan pemasyarakatan secara lebih efektif dan efisien.
Kepala Rutan Sumenep, Aditya Wahyu Rahmadani, menegaskan bahwa transformasi digital merupakan kebutuhan yang harus dijawab oleh seluruh instansi pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Melalui E-LAKSI, kami ingin menghadirkan pelayanan yang lebih mudah, cepat, transparan, dan akuntabel bagi masyarakat. Seluruh jajaran harus mampu beradaptasi dan mendukung inovasi ini agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” kata Aditya Wahyu Rahmadani di sela kegiatan, Selasa (09/06/2026)

Menurutnya, pemanfaatan teknologi informasi tidak hanya bertujuan mempercepat proses pelayanan, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam membangun tata kelola pemerintahan yang modern dan berintegritas.
“Kami ingin memastikan setiap layanan yang diberikan berjalan secara profesional, terbuka, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. Karena itu, inovasi harus terus dilakukan seiring perkembangan kebutuhan pelayanan publik saat ini,” tambahnya.
Lebih lanjut, Aditya menjelaskan bahwa implementasi E-LAKSI juga menjadi bagian dari dukungan terhadap pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Melalui sistem digital, proses pelayanan diharapkan semakin terukur, transparan, dan mampu meminimalkan potensi praktik yang tidak sesuai dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.

Selain dukungan teknologi, keberhasilan transformasi pelayanan publik juga ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Oleh karena itu, seluruh jajaran Rutan Sumenep didorong untuk terus meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan budaya kerja yang berorientasi pada pelayanan prima.
Dengan hadirnya E-LAKSI, Rutan Sumenep optimistis mampu menghadirkan layanan yang lebih dekat, responsif, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Inovasi ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen pemasyarakatan modern yang tidak hanya mengedepankan pembinaan warga binaan, tetapi juga memberikan pelayanan publik yang berkualitas, efektif, dan berdaya guna. (REDJAVA****)












