JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 Tahun 2026 di Kabupaten Sumenep berlangsung penuh khidmat dan semangat nasionalisme, Rabu (20/5/2026).
Upacara bendera yang digelar di halaman Kantor Bupati Sumenep itu dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI-Polri, pejabat pemerintah daerah, tenaga pendidik, pelajar, hingga berbagai elemen masyarakat.
Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., hadir didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Sumenep sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan pendidikan dan nilai-nilai kebangsaan di tengah dinamika perkembangan zaman.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Peringatan dua momentum nasional tersebut menjadi refleksi penting bagi seluruh elemen bangsa untuk terus memperkuat persatuan, membangun karakter generasi muda, serta meningkatkan kualitas pendidikan sebagai fondasi utama kemajuan Indonesia.
Peringatan dua momentum nasional tersebut menjadi refleksi penting bagi seluruh elemen bangsa untuk terus memperkuat persatuan, membangun karakter generasi muda, serta meningkatkan kualitas pendidikan sebagai fondasi utama kemajuan Indonesia.
Suasana upacara berlangsung tertib, aman, dan sarat nuansa patriotisme. Semangat kebangsaan tampak menyatu dalam kebersamaan seluruh peserta upacara yang mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh penghormatan.
Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., mengatakan bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk generasi unggul sekaligus memperkuat semangat kebangkitan nasional.
“Momentum Hardiknas dan Harkitnas ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa pendidikan adalah pondasi utama membangun bangsa. Dengan semangat persatuan dan nasionalisme, seluruh elemen masyarakat harus terus bersinergi menciptakan generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan masa depan,” kata AKBP Anang Hardiyanto.
Melalui peringatan Hardiknas dan Harkitnas 2026, diharapkan semangat persatuan dan kolaborasi terus tumbuh di tengah masyarakat demi mendorong kemajuan pendidikan, memperkuat karakter kebangsaan, serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (REDJAVA/Humas****)









