Jerit Sunyi di Ladang Tembakau Sumenep: Ketika Keringat Petani Dibayar Murah

- Redaksi

Kamis, 7 Agustus 2025 - 17:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Forum Komunikasi Pemerhati Petani (FKPP) Sumenep, Achmad Farid

Ketua Forum Komunikasi Pemerhati Petani (FKPP) Sumenep, Achmad Farid

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Musim panen tembakau yang seharusnya menjadi harapan justru berubah menjadi duka. Harga jual yang jatuh bebas hingga menyentuh angka tak manusiawi membuat para petani tembakau di Sumenep terpukul, baik secara ekonomi maupun batin.

Ketua Forum Komunikasi Pemerhati Petani (FKPP) Sumenep, Achmad Farid, angkat suara dengan nada getir.

“Saya bukan hanya Ketua FKPP, saya juga petani. Saya turun langsung ke Guluk-Guluk, Pasongsongan, Lenteng, hingga Ganding. Melihat sendiri, merasakan sendiri. Untuk mengolah 20 ribu batang tembakau, biaya yang dibutuhkan mencapai puluhan juta. Tapi hasil keringat kami hanya dihargai Rp54.000 sampai Rp64.000 per kilo? Ini bukan sekadar merugikan ini menghina perjuangan kami.” kata Farid, Kamis (07/08/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Farid mengacu pada harga acuan resmi dari Pemerintah Kabupaten Pamekasan yang menetapkan Biaya Pokok Produksi (BPP) tembakau tegal sebesar Rp54.000/kg dan tembakau gunung Rp64.000/kg.

“Ini Sebuah angka yang menurut saya jauh dari realitas di lapangan,” tambahnya.

Lebih jauh, Farid mempertanyakan proses penetapan harga yang terkesan elitis dan tidak transparan. Ia menyebut kemungkinan tidak dilibatkannya pabrikan rokok besar dalam forum penentuan harga menjadi tanda tanya besar.

“Apakah Sampoerna, Djarum, Wismilak, HUI dilibatkan? Jika iya, lalu mengapa mereka menyetujui harga serendah ini? Jika tidak, ini fatal. Artinya, keputusan strategis soal nasib ribuan petani dibuat sepihak. Kita sedang menyaksikan pengabaian massal terhadap jerih payah petani Madura,” kecamnya.

Dalam seruannya, Farid menantang para pengusaha rokok lokal di Madura untuk membuktikan keberpihakan mereka.

“Ini saatnya kalian berdiri di sisi petani. Beli tembakau dengan harga di atas BPP. Kalau perlu Rp70.000, Rp74.000, bahkan Rp80.000 per kilogram. Jangan cuma bersembunyi di balik label ‘pro-petani’, tapi buktikan dengan aksi nyata,” katanya.

Farid juga mendesak Bupati Sumenep agar mengambil langkah cepat dan strategis, dengan memanggil seluruh pemilik pabrik rokok lokal untuk duduk bersama menyelamatkan harga dan kehormatan petani tembakau.

“Jangan diam. Jangan pura-pura tidak tahu. Tembakau Sumenep itu emas hijau Madura. Varietas Perancak N95 sudah diakui dunia internasional. Tapi apa gunanya kualitas, kalau harga tak layak menyusul?” ucapnya tajam.

Ia pun menyinggung Paguyuban Perusahaan Rokok Kabupaten Sumenep yang dulu sempat menjadi tumpuan harapan petani lokal, namun kini tak jelas arah dan tindakannya.

“Dulu paguyuban itu dielu-elukan. Hari ini, petani hanya bisa bertanya: di mana kalian saat kami menjerit?” ujarnya penuh kecewa.

Di akhir pernyataannya, Farid menegaskan bahwa ini bukan sekadar soal harga, melainkan soal martabat. Soal keberlangsungan sebuah budaya bertani yang telah diwariskan turun-temurun.

“Hari ini kita dihadapkan pada pilihan: membiarkan petani jatuh semakin dalam, atau bangkit bersama memperjuangkan harga yang adil. Ini momentum. Jangan lewatkan,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Paguyuban Perusahaan Rokok Kabupaten Sumenep belum memberikan klarifikasi atau tanggapan atas desakan yang disampaikan FKPP. (REDJAVA****)

Baca Juga :  Politisi PDI-P Sumenep Serukan Kebenaran Tak Akan Hidup Tanpa Kebebasan Pers
Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi
Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini
Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga

BERITA TERKAIT

Rabu, 16 September 2026 - 08:22 WIB

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi

Minggu, 13 September 2026 - 23:59 WIB

Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

BERITA TERBARU