JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Di tengah teriknya siang Kota Sumenep, Minggu (04/05/2025) pukul 14.22 WIB, suara darurat menggelegar dari sistem Call Center 112.
Asap pekat membumbung dari balik gang sempit di sekitar Alfamart Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA), Desa Kebonagung, Kecamatan Kota Sumenep.
Yang terbakar bukan hanya lahan tetapi juga ketenangan warga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepanikan melanda. Seorang warga, Ibu Arya, menjadi pelapor pertama yang menghubungi layanan darurat.
“Api menyebar cepat karena lahan kering dan angin cukup kencang,” ucapnya saat melaporkan kejadian.
Respon cepat pun datang dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sumenep melalui Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar).
Satu unit armada pemadam dan sejumlah personel diterjunkan menuju titik koordinat -7.007481,113.844328.
Kabid Damkar Satpol PP Sumenep, Sugiyanto, menuturkan kepada media ini bahwa timnya bergerak cepat menaklukkan kobaran api meski terkendala akses masuk yang sempit dan dekat dengan pemukiman.
“Api berhasil kami kuasai sebelum menjalar lebih luas. Namun ini menjadi peringatan serius, karena lahan kering sangat rentan terbakar di musim kemarau,” kata Sugiyanto, Minggu (04/05/2025) malam.
Ia menambahkan bahwa lahan yang terbakar diduga merupakan area kosong yang ditumbuhi semak belukar, tepat di sekitar permukiman padat penduduk.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Lebih lanjut Sugiyanto juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran terbuka maupun membuang puntung rokok sembarangan.
“Kami akan terus menggencarkan patroli dan sosialisasi ke masyarakat. Pencegahan adalah kunci utama,” pungkasnya.
Lahan yang terbakar mungkin hanya sebidang kecil, tapi pesan yang disampaikan begitu besar: siaga, peduli, dan saling menjaga adalah kunci utama untuk mencegah bencana yang lebih besar. (REDJAVA****)








