128 Pulau, Satu Tekad Bupati Fauzi Satukan Layanan Kesehatan Sumenep

- Redaksi

Senin, 5 Mei 2025 - 17:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongso judo Saat Memberikan Sambutan di Acara Seremoni Kolaboratif Melibatkan PABOI di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Senin (05/05/2025)

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongso judo Saat Memberikan Sambutan di Acara Seremoni Kolaboratif Melibatkan PABOI di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Senin (05/05/2025)

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Di tengah bentang geografis yang unik dan penuh tantangan, Pemerintah Kabupaten Sumenep menunjukkan kepemimpinan visioner dalam menjawab problem klasik layanan kesehatan di wilayah kepulauan.

Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, memimpin langsung upaya kolaboratif dalam acara pengabdian masyarakat yang menggandeng organisasi medis nasional, sebuah langkah strategis yang diyakini akan mengubah wajah pelayanan kesehatan di Madura bagian timur.

Bertempat di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Senin (5/5), Pemkab menggelar seremoni kolaboratif yang melibatkan Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Ortopedi Indonesia (PABOI), Center of Excellence – Indonesian Orthopaedic Association (COE-IOA), dan Yayasan Orthopaedi Indonesia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Momentum ini tidak sekadar simbolik, melainkan menjadi tonggak nyata penguatan akses layanan spesialis hingga ke pulau-pulau terluar Sumenep.

“Sumenep bukan hanya daratan. Sumenep adalah 128 pulau yang harus mendapatkan hak layanan yang sama. Ini bukan sekadar komitmen, ini kewajiban,” tegas Bupati Fauzi di hadapan para dokter spesialis dan tokoh masyarakat.

Sumenep adalah anomali geografis yang menantang: satu kabupaten, dua realitas. Di satu sisi, daratan Madura dengan segala kemajuan fasilitas.

Baca Juga :  Lepas Kegiatan Lari Maraton 10k, Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo Sampaikan ini

Di sisi lain, pulau-pulau kecil seperti Masalembu yang membutuhkan waktu tempuh hingga 24 jam perjalanan laut. Tak heran jika distribusi layanan kesehatan menjadi salah satu isu paling krusial di wilayah ini.

Untuk menjembatani jurang tersebut, Sumenep mengoperasikan dua rumah sakit strategis: RSUD Moh. Anwar di pusat kota sebagai tulang punggung layanan daratan, dan rumah sakit rujukan di Kecamatan Kangayan yang menjadi benteng kesehatan masyarakat kepulauan. Namun, tantangan tetap besar, terutama dalam kontinuitas tenaga medis spesialis.

Dalam acara tersebut, Bupati Fauzi meminta secara langsung kepada para dokter ortopedi untuk memperpanjang masa tugas mereka di Sumenep. Ajakan ini bukan hanya tentang kehadiran dokter, tetapi tentang membangun kepercayaan dan keberlanjutan layanan.

Baca Juga :  Polda Jatim Tetapkan 13 Oknum Pendekar PSHT Jember Sebagai Tersangka Pengeroyokan Polisi saat Patroli

Demi memperkuat fondasi ini, Pemkab Sumenep menggelontorkan anggaran sekitar Rp80 miliar per tahun untuk program Universal Health Coverage (UHC), menjamin seluruh warga mendapat akses layanan kesehatan tanpa beban biaya.

Langkah progresif ini mulai membuahkan hasil. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sumenep pada tahun 2023 mencapai angka 73,69, naik dari 73,43 pada tahun sebelumnya.

Tak hanya itu, harapan hidup bayi yang lahir di Sumenep kini mencapai 73,69 tahun angka yang mencerminkan kemajuan konkret dalam sektor kesehatan.

“Jika kesehatan maju, maka pendidikan, ekonomi, dan kesejahteraan akan ikut bergerak. IPM adalah cermin utama kemajuan kita,” ujar Bupati Fauzi.

 

Lebih dari sekadar pusat administratif, Sumenep menyimpan sejarah panjang yang melintasi era kerajaan, kesultanan, hingga pemerintahan modern. Dalam usia ke-766 tahun, Sumenep tak hanya dikenal karena warisan budayanya, tapi juga karena daya tarik sosial yang membuat banyak pendatang memilih menetap.

“Nama Sumenep itu sendiri punya kekhasan tidak bisa dibaca sembarangan oleh orang luar. Seperti rahasianya, Sumenep menyimpan kekuatan yang pelan tapi pasti akan meledak sebagai kekuatan baru,” ungkapnya.

Kisah pembangunan kesehatan di Sumenep bukan sekadar program daerah. Ini adalah narasi nasional tentang bagaimana daerah dengan keterbatasan mampu bangkit melalui visi, kolaborasi, dan keberanian. Upaya Pemkab Sumenep menembus batas pulau adalah cermin dari semangat Indonesia: melayani sampai ke ujung terjauh negeri.

“Inilah Sumenep, tanah yang penuh tantangan, tapi juga penuh harapan. Dan kami akan terus melangkah, tanpa pernah mundur, demi masyarakat kami di setiap jengkal tanah dan pulau yang kami cintai,” pungkas Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi
Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini
Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga

BERITA TERKAIT

Rabu, 16 September 2026 - 08:22 WIB

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi

Minggu, 13 September 2026 - 23:59 WIB

Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

BERITA TERBARU