JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan dan mengantisipasi serangan hama tanaman, jajaran TNI melalui Koramil Kota Sumenep aktif turun ke lapangan bersama petani dan berbagai pemangku kepentingan. Dua kegiatan strategis dilakukan pada Kamis (7/8/2025), yaitu Gerakan Pengendalian (Gerdal) Hama Walang Sangit di Desa Pabian, serta Panen Perdana Program Ketahanan Pangan di Desa Gunggung, Kecamatan Batuan.
Pagi hari sekitar pukul 07.30 WIB, gerakan pengendalian hama walang sangit dimulai di lahan milik Kelompok Tani (Poktan) Soponyono dan Slamet Samporna di Dusun Pasar Kayu, Desa Pabian, Kecamatan Kota. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh tim penyuluh pertanian dan petugas pengendali organisme pengganggu tanaman (POPT), serta didukung penuh Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
Sebanyak 20 petani dilibatkan langsung dalam aksi penyemprotan massal sebagai langkah taktis menyelamatkan padi dari ancaman walang sangit, serangga pengisap bulir yang kerap menurunkan hasil panen.

“Kami TNI tidak hanya bicara soal pertahanan negara secara konvensional. Ketahanan pangan juga bagian dari pertahanan. Maka kami wajib hadir di tengah masyarakat, khususnya para petani, dalam menghadapi tantangan produksi pangan,” tegas Danramil Kota Sumenep, Kapten Czi Asep Kusnadi, saat dikonfirmasi usai kegiatan.
Kegiatan berjalan lancar dan selesai sekitar pukul 08.50 WIB dalam suasana aman dan penuh semangat gotong royong.
Tak berselang lama, pukul 09.00 WIB, Danramil bersama jajaran Forkopimka Batuan menghadiri panen perdana program ketahanan pangan oleh Poktan Sumber Jaya 1 di lahan seluas 8 hektare milik Bapak Busar, warga Dusun Gunggung Timur, Desa Gunggung.

Panen ini menjadi simbol keberhasilan kolaborasi antara masyarakat tani, pemerintah desa, penyuluh pertanian, serta unsur TNI dan Polri, dalam mengelola ketahanan pangan berbasis komunitas.
Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sumenep Anwar, Plt Camat Batuan Joko Satrio, Danpos Ramil Serma Khoirul, Kapolsubsektor Ipda Abuhairi, serta pendamping desa dan kecamatan.
“Panen ini menjadi momentum penting. Artinya, kerja keras petani dan sinergi semua pihak membuahkan hasil. Kami berharap keberhasilan ini dapat direplikasi di desa-desa lain,” ujarnya.
Kegiatan ditutup pada pukul 10.15 WIB dengan penuh rasa syukur dan antusiasme para petani. Keberhasilan panen ini diharapkan mendorong semangat petani untuk terus mengembangkan lahan dan mengadopsi teknologi pertanian yang adaptif terhadap iklim dan hama.
Keterlibatan TNI dalam sektor pertanian bukan hal baru. Namun, dua kegiatan ini menunjukkan bahwa peran TNI semakin strategis dalam menjawab tantangan lokal yang berdampak nasional.
“Semua ini bagian dari pembinaan teritorial. Ketahanan pangan adalah urusan bersama. Jika desa kuat, maka negara juga akan kuat,” pungkas Kapten Asep Kusnadi, penuh semangat. (REDJAVA****)













