JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Pembinaan atlet tidak lahir dari proses instan. Ia ditempa melalui disiplin, konsistensi, dan standar evaluasi yang ketat. Inilah yang tengah ditunjukkan Institut Karate-Do Indonesia (INKAI) Cabang Sumenep, yang kembali menegaskan keseriusannya membangun kekuatan karate daerah.
Sebanyak 186 karateka dari 12 ranting mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Semester II Tahun 2025 yang digelar di GOR A. Yani Pangligur, Kabupaten Sumenep, Sabtu (28/12/2025). Agenda ini menjadi penanda kuat bahwa pembinaan INKAI Sumenep terus bergerak progresif dan terukur.
UKT bukan sekadar prosesi kenaikan sabuk. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi instrumen utama pemetaan kualitas teknik, mental bertanding, serta karakter atlet, sekaligus fondasi pembinaan jangka panjang menuju prestasi regional dan nasional.
Ketua INKAI Cabang Sumenep, Abd Jamik, menegaskan bahwa ujian kenaikan tingkat merupakan poros utama sistem pembinaan INKAI.
“Ujian kenaikan tingkat adalah jantung pembinaan. Bukan hanya menguji teknik, tetapi juga membentuk karakter, mental, dan disiplin atlet. Di sinilah kualitas karateka diuji secara objektif,” kata Abd Jamik kepada media ini, Senin (29/12/2025).
Pihaknya menjelaskan, pelaksanaan UKT Semester II yang dipusatkan di GOR A. Yani merupakan hasil kesepakatan pengurus cabang demi menjamin akses yang adil bagi seluruh ranting, mengingat sebaran atlet yang berasal dari berbagai kecamatan.
“Semester I kami laksanakan di Kecamatan Ganding. Semester II kami pusatkan di jantung kota Sumenep agar lebih representatif dan mudah dijangkau oleh semua ranting,” jelasnya.
Sebanyak 12 ranting turut ambil bagian dalam ujian ini, di antaranya Ranting Kota, PT Garam, SKB, Samurai, Kodim 0827, Hakachi Guluk-Guluk, SDN Penangguan, serta Pondok Pesantren Al-Amin Prenduan. Partisipasi 186 peserta menjadi cerminan tingginya animo dan dinamika pembinaan karate di Kabupaten Sumenep.
Tak berhenti pada UKT, INKAI Cabang Sumenep juga menyiapkan Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) INKAI sebagai fase lanjutan pembinaan atlet berprestasi.
“Kejurkab menjadi ruang seleksi atlet terbaik di tingkat kabupaten. Dari sana kami bina secara berjenjang untuk diproyeksikan tampil di Kejuaraan Daerah INKAI Jawa Timur,” ungkap Abd Jamik.
Untuk menjaga standar mutu dan independensi penilaian, Pengprov INKAI Jawa Timur menurunkan tim penguji lintas daerah. Mereka terdiri dari Sensei Indriantoko selaku Koordinator Penguji dari Surabaya, Senpai Herman dari Kabupaten Sampang, Senpai Rizky Andika dari Kabupaten Pamekasan, serta Senpai Eko Wardoyo dan Abd Jamik dari Kabupaten Sumenep.
Menurut Abd Jamik, kehadiran penguji lintas daerah merupakan bentuk komitmen INKAI Jatim dan INKAI Cabang Sumenep dalam menjaga kredibilitas organisasi dan kualitas pembinaan atlet.
“Kami ingin atlet Sumenep tumbuh dengan standar nasional, bahkan regional. Karena itu, penilaian harus objektif dan profesional,” pungkasnya.
Dengan sistem pembinaan berjenjang, agenda kompetisi berkelanjutan, serta keterlibatan penguji profesional, INKAI Cabang Sumenep optimistis mampu melahirkan karateka tangguh, siap bersaing dan mengharumkan nama daerah di level Jawa Timur hingga nasional. (REDJAVA****)













