JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Langkah besar untuk mempercepat transformasi pemasyarakatan di Indonesia kembali diambil dengan semangat yang membara. Pada Senin, 17 Februari 2025, jajaran Rutan Sumenep mengikuti pengarahan virtual dari Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Mashudi, yang membahas implementasi program Asta Cita Presiden dan 13 program akselerasi kinerja dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di seluruh tanah air, memperlihatkan tekad kuat untuk mengubah wajah pemasyarakatan yang lebih baik, profesional, dan berdaya guna.
Dalam kesempatan tersebut, Dirjenpas Mashudi dengan tegas menyampaikan bahwa Ditjenpas telah membentuk tim pengawas yang terdiri dari para direktur di lingkungan Ditjenpas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tim tersebut akan bekerja untuk memastikan setiap program strategis yang dijalankan di setiap Kantor Wilayah Ditjenpas berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan, menjaga kualitas dan tujuan dari setiap kebijakan yang ada.
Menanggapi arahan tersebut, Kepala Rutan Sumenep, Ridwan Susilo, menyampaikan komitmen kuat untuk mendukung penuh implementasi program-program strategis tersebut, dengan fokus utama pada ketahanan pangan.
“Di Rutan Sumenep, kami telah mengintensifkan program pembinaan yang mengarah pada kemandirian warga binaan melalui bidang pertanian dan budidaya lele. Program ini kami jalankan sebagai kontribusi kecil untuk ketahanan pangan nasional. Kami bertekad untuk terus mengembangkan program ini, tidak hanya untuk kemandirian warga binaan, namun juga untuk memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Ridwan Susilo dalam keterangannya, Selasa (18/02/2025).
Program ketahanan pangan yang digagas di Rutan Sumenep ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas pembinaan dan memberikan keterampilan hidup bagi warga binaan.
“Program ini sebagai bentuk sinergi antara lembaga pemasyarakatan dan pemerintah, program ini diharapkan dapat memberikan peluang bagi warga binaan untuk berkontribusi secara langsung terhadap pemenuhan kebutuhan pangan nasional,” ungkapnya.
Pengarahan yang dilaksanakan secara virtual ini menjadi titik awal yang penting dalam mewujudkan pemasyarakatan yang tidak hanya berfokus pada pembinaan, tetapi juga pada kontribusi nyata untuk kepentingan bersama. Momentum ini menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa pemasyarakatan yang lebih baik dimulai dari komitmen setiap individu di dalamnya untuk mendukung program prioritas yang telah digariskan.
“Melalui peningkatan layanan, pembinaan yang lebih manusiawi, dan penguatan ketahanan pangan, diharapkan pemasyarakatan di Indonesia akan semakin profesional, modern, dan penuh manfaat,” tandasnya. (REDJAVA****).









