JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Dunia psikologi di Madura memasuki babak baru. Pengurus Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Cabang Sumenep periode 2025–2029 resmi dilantik di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Senin (20/10/2025).
Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua HIMPSI Jawa Timur, Dr. Dra. Soerjantini Rahaju, M.A., Psikolog, disaksikan jajaran pengurus HIMPSI Jatim yakni Prof. Endang Retno Surjaningrum, M.AppPsych., Ph.D., Psikolog dan Afif Kurniawan, M.Psi., Psikolog.
Hadir dalam acara tersebut sejumlah pejabat daerah, di antaranya Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep Drs. Raden Achmad Syahwan Effendy (mewakili Bupati Sumenep), Kepala Kemenag KH. Abdul Wasid, M.Pd., Kepala Disbudporapar Mohammad Ihsan, S.T., M.Si., Kepala BPBD Laily Maulidi, Sekretaris Dinas Kesehatan Slamet Boediharjo, S.Sos., M.Si., serta perwakilan Dinas Pendidikan Bidang Ketenagaan Sujono, S.Pd., M.Psi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Dr. Soerjantini Rahaju menekankan bahwa HIMPSI harus hadir bukan hanya sebagai organisasi profesi, tetapi juga sebagai kekuatan sosial yang memperluas dampak ilmu psikologi di tengah masyarakat.
“Psikolog dan ilmuwan psikologi memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk hadir di tengah masyarakat. HIMPSI bukan sekadar organisasi profesi, tetapi wadah pengabdian bagi kemanusiaan. HIMPSI Sumenep diharapkan menjadi pionir dalam menghadirkan layanan psikologi yang humanis, aplikatif, dan berakar pada kearifan lokal,” tegas Soerjantini.
Sementara itu, Ketua HIMPSI Sumenep yang baru dilantik, Dr. Zamzami Sabiq, M.Psi., menyampaikan arah strategis kepengurusan periode ini: memperkuat ekosistem layanan psikologi di Sumenep melalui sinergi lintas sektor, kolaborasi antarprofesi, serta pemberdayaan masyarakat.
“Kami ingin HIMPSI Sumenep menjadi rumah bersama bagi para psikolog dan pegiat psikologi. Fokus kami jelas: edukasi publik tentang pentingnya kesehatan mental, perluasan akses layanan psikologi hingga ke pesantren dan sekolah, serta peningkatan kapasitas SDM lokal melalui pendekatan psikologis yang kontekstual,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa HIMPSI Sumenep tidak hanya akan berperan dalam bidang klinis, tetapi juga dalam kebijakan sosial dan pembangunan karakter.
“Kami melihat psikologi sebagai instrumen penting dalam pembangunan manusia. Karena itu, HIMPSI Sumenep akan aktif mendukung agenda pemerintah daerah di bidang kesehatan mental, pendidikan karakter, mitigasi bencana, hingga peningkatan kesejahteraan sosial,” jelas Zamzami.
Pada kesempatan yang sama, Dr. Zamzami juga menyoroti pentingnya menjadikan budaya dan kearifan lokal sebagai landasan utama dalam setiap praktik psikologi di daerah.
“Sumenep memiliki kekayaan budaya dan spiritualitas yang luar biasa. Kami ingin nilai-nilai lokal itu menjadi napas dalam setiap pendekatan psikologi bukan menggantikan sains, tetapi mengontekstualisasikannya agar lebih ramah, relevan, dan berkeadaban,” pungkasnya.
Kehadiran HIMPSI di Sumenep dinilai strategis mengingat meningkatnya kesadaran publik terhadap isu kesehatan mental pascapandemi dan tantangan sosial era digital. Dengan pelantikan kepengurusan baru ini, HIMPSI Sumenep diharapkan mampu menjadi sentra transformasi psikologi daerah, menghubungkan dunia akademik, profesi, dan kebijakan publik.
Langkah konkret yang telah disiapkan mencakup pengembangan pusat layanan psikologi berbasis komunitas, program literasi mental health untuk sekolah dan pesantren, serta kemitraan strategis dengan lembaga pemerintah dan swasta.
Pelantikan ini menandai momentum penting bagi Sumenep dalam membangun peradaban yang lebih beradab secara psikologis menjadikan ilmu psikologi bukan sekadar disiplin akademik, melainkan gerakan sosial yang membumi dan menyejukkan. (REDJAVA****)








