MASSA PONTREN Sumenep Rekomendasikan Penataan Parade Budaya dan Penguatan Perda Moral

Sabtu, 28 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Sebagai bentuk kepedulian terhadap arus budaya yang berkembang di tengah masyarakat, Majelis Silaturrahmi Alumni Pondok Pesantren (MASSA PONTREN) Kabupaten Sumenep menyampaikan surat rekomendasi resmi kepada unsur eksekutif, legislatif, dan yudikatif daerah.

Isi surat tersebut menyoroti pentingnya penataan parade budaya, serta penguatan peraturan dalam menghadapi penyakit masyarakat yang kian marak.

Ketua MASSA PONTREN, KH. Khalil Kawakib, M.Pd., menegaskan bahwa rekomendasi ini lahir dari kegelisahan para ulama dan alumni pesantren terhadap sejumlah kegiatan masyarakat yang dinilai mulai keluar dari jalur nilai-nilai religius dan kultural.

“Kami menyampaikan beberapa rekomendasi kepada eksekutif, legislatif, dan yudikatif Kabupaten Sumenep sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi sosial, budaya, dan moral di daerah ini,” ujar KH. Khalil, Sabtu (28/06/2025)

Menurutnya, pelaksanaan parade Thong-thong dan karnaval budaya yang seharusnya menjadi ruang ekspresi seni rakyat, perlu ditata agar tidak melalaikan masyarakat dari salat dan tidak melanggar batas etika beragama. MASSA PONTREN merekomendasikan waktu pelaksanaan parade agar tidak bertabrakan dengan waktu-waktu salat:

Baca Juga :  Di Depan Kantor Baru, BAZNAS Sumenep Tebar Kebaikan untuk Warga yang Masih di Perjalanan

– Pagi hari: pukul 09.00 – 13.00 WIB

– Malam hari: pukul 19.30 – 24.00 WIB

Mendukung inisiatif ini, Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk bersinergi dengan para tokoh agama dan masyarakat dalam membimbing publik secara bijaksana.

“Untuk hal ini bisa dibangun kerja sama antara para kiai, tokoh masyarakat, juga NU, MUI dan Forkopimda agar saling memberi pengetahuan kepada masyarakat. Khususnya kepada para wali santri atau wali murid, yang merupakan bagian penting dalam mendidik anak-anak kita. Saya juga menyetujui bahwa parade budaya lebih baik dilaksanakan pada pagi hari,” ujar Wabup Sumenep KH. Imam Hasyim.

Sementara itu, KR.Arya M. Rusli, Humas MASSA PONTREN, menegaskan bahwa rekomendasi ini bukan bentuk anti terhadap kebudayaan, melainkan ikhtiar para ulama untuk menjaga kehormatan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sosial.

“Kami tidak sedang memusuhi budaya. Tapi kami ingin budaya berjalan seiring dengan ibadah, bukan menggantikannya. Hiburan yang baik adalah yang tidak menenggelamkan zikir, salat, dan akhlak. Itu yang ingin kami jaga,” tutur Kiyai Arya Rusli dengan lugasnya.

Lebih lanjut, MASSA PONTREN juga mengangkat masalah penyakit masyarakat seperti prostitusi terselubung, perjudian sabung ayam, hingga peredaran minuman keras yang dianggap sebagai ancaman serius bagi moralitas generasi muda.

Baca Juga :  Mantan Ketua YLKI Gorontalo 16 Tahun, Memberikan 4 Jempol Tangan Kepada Dirtipiter Bareskrim Polri

Oleh sebab itu, MASSA PONTREN mendorong penegakan terhadap sejumlah regulasi, termasuk:

– PERDA Larangan Prostitusi Nomor 03 Tahun 2002

– PERDA Miras Nomor 01 Tahun 2023

– PERDA Nomor 15 Tahun 2013

Surat rekomendasi tersebut ditandatangani oleh KH. Khalil Kawakib sebagai Ketua, KH. Ach Fauzi sebagai Sekretaris, serta KH. Thoifur Ali Wafa sebagai Pembina MASSA PONTREN.

“Semoga ini menjadi kontribusi nyata dalam membentuk masyarakat yang tidak hanya meriah dalam budaya, tapi juga teguh dalam iman. Kita ingin Sumenep tumbuh sebagai Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur,” pungkas KH. Khalil. (REDJAVA****)

 

Baca Juga :  Ular Masuk Kloset di Masjid! Warga Jelbudan Panik, Tim Penyelamat Bergerak Cepat

Berita Terkait

Hallo Masyarakat Sumenep, Saatnya Dukung Jagoan Anda di Semifinal Festival Karaoke Dangdut Bupati Sumenep Cup 2026
Ketahanan Pangan Jadi Prioritas, BPS Sumenep Bangun Sinergi Strategis dengan Polres
Di Tengah Langit Mendung, KBS Sumenep Tebar Kebahagiaan Lewat 105 Bungkus Nasi BUNGTURAT
Hendak Ambil Kayu ke Ladang, Warga Lobuk Sumenep Ditemukan Tak Bernyawa di Jalan Desa
Over Kapasitas Jadi Perhatian, Rutan Sumenep Pindahkan 9 WBP Demi Optimalisasi Pembinaan
Edukasi Hantavirus di Rutan Sumenep, Langkah Nyata Ciptakan Lingkungan Pemasyarakatan Sehat dan Aman
Polres Sumenep Mantapkan Dukungan terhadap Program Ketahanan Pangan Nasional Melalui Anev Bersama Polsek
Call Center 112 Jadi Senjata Baru Pemkab Sumenep Selamatkan Anak Putus Sekolah

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 16:46 WIB

Hallo Masyarakat Sumenep, Saatnya Dukung Jagoan Anda di Semifinal Festival Karaoke Dangdut Bupati Sumenep Cup 2026

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:40 WIB

Ketahanan Pangan Jadi Prioritas, BPS Sumenep Bangun Sinergi Strategis dengan Polres

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:22 WIB

Di Tengah Langit Mendung, KBS Sumenep Tebar Kebahagiaan Lewat 105 Bungkus Nasi BUNGTURAT

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:56 WIB

Hendak Ambil Kayu ke Ladang, Warga Lobuk Sumenep Ditemukan Tak Bernyawa di Jalan Desa

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:43 WIB

Over Kapasitas Jadi Perhatian, Rutan Sumenep Pindahkan 9 WBP Demi Optimalisasi Pembinaan

Berita Terbaru