Heroisme Semu dalam Isu Rokok Ilegal

Kamis, 21 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rausi Samorono, S.H., M.H., M.M., Wakil Ketua Paguyuban Pengusaha Rokok Sumenep

Rausi Samorono, S.H., M.H., M.M., Wakil Ketua Paguyuban Pengusaha Rokok Sumenep

JAVANETWORK.CO.ID.ESSAI – Bicara soal pemberantasan rokok ilegal memang terdengar sederhana. Namun tanpa tawaran solusi bagi rakyat kecil, sikap itu bukanlah keberpihakan, melainkan pengkhianatan.

Belakangan, publik disuguhi pernyataan lantang Nur Faizin, anggota DPRD Jawa Timur dari PKB, yang mendesak pemerintah untuk segera menindak tegas peredaran rokok ilegal. Gayanya bak pahlawan kesiangan, seolah tengah membela negara dari ancaman besar. Tetapi jika ditelisik lebih dalam, retorika ini justru penuh kontradiksi: vokal dalam penindakan, namun nyaris bisu saat bicara solusi.

Kita tentu sepakat, rokok ilegal memang menggerus penerimaan negara dari sektor cukai dan pajak. Tetapi kenyataan di lapangan jauh lebih kompleks. Di banyak daerah, industri rokok ilegal justru menjadi denyut ekonomi lokal. Ribuan buruh linting, pekerja pengemasan, hingga pedagang kecil menggantungkan hidup dari perputaran ini. Uang beredar di desa-desa, menghidupi pasar, dan menggerakkan roda perekonomian. Fakta ini tak bisa sekadar dihapus dengan jargon “berantas rokok ilegal”.

Baca Juga :  Polres Sumenep Gelar Pelatihan Peningkatan Kemampuan Jurnalistik Kehumasan

Akar masalahnya sesungguhnya terletak pada kebijakan pemerintah yang gemar menaikkan tarif cukai rokok tanpa jeda. Kenaikan yang ugal-ugalan itu menjerat pengusaha kecil, terutama UMKM rokok, yang dipaksa bersaing di arena yang jelas timpang dengan pabrikan besar. Alih-alih diberi ruang transisi atau skema perlindungan, rakyat kecil justru disambut dengan pendekatan represif: razia, penyitaan, dan ancaman hukum.

Baca Juga :  Cek Pos Pantau Arus Mudik di Terminal Purabaya, Kapolri dan Panglima TNI Pastikan Mudik Berjalan Lancar

Dan di titik inilah persoalan Nur Faizin tampak jelas. Alih-alih mendorong pemerintah menghadirkan kebijakan yang adil dan berimbang, ia justru menempatkan dirinya di barisan “pembasmi”. Suaranya lantang, tetapi arahnya keliru memberi karpet merah pada kepentingan pabrikan besar, sekaligus menutup telinga dari jeritan pengusaha kecil yang semakin terhimpit.

Seorang wakil rakyat seharusnya hadir sebagai penengah: mendesak penindakan yang adil sekaligus memperjuangkan mekanisme perlindungan bagi UMKM rokok. Namun yang terlihat kini justru sebaliknya: kritik tanpa solusi, sikap tanpa empati, dan heroisme palsu yang pada akhirnya menjelma pengkhianatan terhadap rakyat yang diwakilinya.

Baca Juga :  Babinsa Dungkek Bersama DKPP Sumenep Lakukan Gerakan Tanam Jagung

Memberantas rokok ilegal tanpa solusi sama saja dengan memberantas rakyat kecil. Dan jika seorang wakil rakyat hanya berdiri tegak membela kepentingan kapital besar, jangan salahkan bila suatu hari rakyat pun berdiri tegak bukan untuk mendukung, melainkan untuk tidak lagi memilihnya. Sebab suara buruh linting, pedagang kecil, dan pengusaha desa jauh lebih nyaring daripada jargon kosong di ruang sidang dewan. (REDJAVA****)

Penulis : Rausi Samorono, S.H., M.H., M.M., Wakil Ketua Paguyuban Pengusaha Rokok Sumenep

Editor : REDJAVA

Berita Terkait

Hadiri Turnamen Bola Kasti HUT ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya, Staf Ahli Bupati Sumenep: Olahraga Tradisional Harus Terus Hidup
HUT Ke-60 Korem 084 Jadi Momentum Kebangkitan Bola Kasti di Sumenep, Dandim Sampaikan Pesan Ini
Bangun Generasi Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Sumenep Hadirkan Police Goes to School di MAN Sumenep
Harkopnas 2026, Bupati Sumenep Tegaskan Koperasi Modern Kunci Kemajuan UMKM
Moh. Ramli: Harkopnas 2026 Perkuat Peran Koperasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Prestasi Membanggakan, KPRI RSUD Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat di Hari Koperasi ke-79
Penjual Tahu Bulat Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Desa Gunggung, Ini Hasil Penyelidikan Awal Polisi
BMKG: Mayoritas Jawa Timur Cerah, Sumenep Jadi Wilayah yang Perlu Waspadai Angin Kencang

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:29 WIB

Hadiri Turnamen Bola Kasti HUT ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya, Staf Ahli Bupati Sumenep: Olahraga Tradisional Harus Terus Hidup

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:12 WIB

HUT Ke-60 Korem 084 Jadi Momentum Kebangkitan Bola Kasti di Sumenep, Dandim Sampaikan Pesan Ini

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:41 WIB

Bangun Generasi Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Sumenep Hadirkan Police Goes to School di MAN Sumenep

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:48 WIB

Harkopnas 2026, Bupati Sumenep Tegaskan Koperasi Modern Kunci Kemajuan UMKM

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:02 WIB

Prestasi Membanggakan, KPRI RSUD Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat di Hari Koperasi ke-79

Berita Terbaru