Helmi Art Museum dan Besalen Santoso Sera Diresmikan, Upaya Sumenep Lestarikan Budaya Keris

- Redaksi

Kamis, 30 Januari 2025 - 23:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo Saat Memberikan Sambutan Pada Acara Peresmian Helmi Art Museum dan Besalen Santoso Sera di Desa Sera Barat Kecamatan Bluto, Kamis (30/01/2025)

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo Saat Memberikan Sambutan Pada Acara Peresmian Helmi Art Museum dan Besalen Santoso Sera di Desa Sera Barat Kecamatan Bluto, Kamis (30/01/2025)

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Upaya pelestarian budaya perkerisan di Kabupaten Sumenep terus diperkuat dengan diresmikannya Helmi Art Museum dan Besalen Santoso Sera di Desa Sera Barat, Kecamatan Bluto, pada Rabu (31/1).

Peresmian ini dihadiri langsung oleh Menteri Kebudayaan RI Fadli Didampingi Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga warisan leluhur dan mengembangkan ekosistem perkerisan.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan bahwa pendirian museum dan besalen (tempat pembuatan keris) ini merupakan langkah strategis untuk mendukung para pengrajin dan memperkenalkan nilai filosofi keris kepada generasi muda.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Helmi Art Museum dan Besalen Santoso Sera bukan sekadar tempat pajangan atau produksi, tetapi pusat edukasi dan pengembangan budaya keris. Kami ingin memastikan bahwa warisan leluhur ini tetap hidup dan bisa memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” kata Bupati Fauzi dalam sambutannya.

Menurut sosok orang nomer satu di Kabupaten Sumenep menyebut Helmi Art Museum didirikan sebagai ruang koleksi dan edukasi yang menampilkan berbagai jenis keris khas Sumenep, lengkap dengan informasi mengenai sejarah, teknik pembuatan, serta filosofi yang terkandung di dalamnya.

Baca Juga :  Peduli Pendidikan, Nia Kurnia Fauzi Bakal Berikan Beasiswa Untuk 100 Mahasiswa

Sementara itu, Besalen Santoso Sera menjadi wadah bagi para empu dan panjak (pengrajin keris) untuk terus berkarya dan menularkan keahlian mereka kepada generasi penerus.

Sebagai bentuk dukungan nyata, pemerintah daerah juga menyerahkan 102 sertifikat kompetensi kepada panjak, edukator keris, dan pangruti (pecinta dan pelestari keris) dari berbagai daerah di Sumenep, termasuk Desa Aeng Tong-Tong dan Palongan yang dikenal sebagai sentra perkerisan.

“Kami tidak ingin budaya ini hanya menjadi cerita masa lalu. Dengan adanya museum dan besalen ini, kami berharap masyarakat semakin bangga dengan keris sebagai identitas Sumenep dan turut berperan aktif dalam pelestariannya,” ujarnya.

Peresmian ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat posisi Sumenep sebagai pusat budaya keris di Indonesia.

Baca Juga :  Wakapolri Komjen. Pol. Dr. Drs. Gatot Eddy Pramono, M.Si Tinjau Pengamanan Mudik Lebaran 2022

Pemerintah berencana untuk mengadakan berbagai kegiatan seperti pameran, jamasan pusaka, serta pelatihan bagi generasi muda guna memastikan tradisi ini tetap berkembang dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

“Dengan adanya Helmi Art Museum dan Besalen Santoso Sera, Kabupaten Sumenep semakin meneguhkan diri sebagai Kota Keris, bukan sekadar julukan, tetapi sebuah identitas yang terus dijaga dan diwariskan,” tutup Ketua DPC PDI-P Sumenep.

Sementara itu Owner Helmi Art Museum, Helmi, menekankan pentingnya mengembangkan dan melestarikan seni budaya keris di Sumenep.

“Keris adalah karya seni adiluhung yang tak hanya dihasilkan melalui keterampilan, tetapi juga melalui rasa. Sumenep adalah salah satu daerah penghasil keris terbaik, dan keris kami sudah diekspor ke berbagai negara,” ujarnya.

Peresmian Museum Keris Helmi Art di Sumenep menjadi langkah strategis dalam upaya melestarikan seni budaya keris, sekaligus mendorong kreativitas para pengrajin lokal.

Baca Juga :  Ramadan 2026 Jadi Momentum Kebersamaan, Pemkab Sumenep Siapkan Program Spesial

Lebih lanjut Helmi, menekankan pentingnya menjaga warisan budaya ini agar tetap hidup dan dikenal luas.

“Keris bukan sekadar senjata tradisional, tetapi karya seni adiluhung yang diciptakan dengan keterampilan, rasa, dan filosofi mendalam. Sumenep sendiri merupakan salah satu daerah penghasil keris terbaik, bahkan hasil karya para empu di sini telah menembus pasar internasional,” pungkas Helmi.

Diharapkan, kehadiran museum ini tidak hanya menjadi pusat edukasi dan apresiasi seni, tetapi juga membuka peluang bagi para seniman keris lokal untuk terus berkembang serta memperkenalkan warisan budaya Sumenep ke tingkat yang lebih luas. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi
Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini
Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga

BERITA TERKAIT

Rabu, 16 September 2026 - 08:22 WIB

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi

Minggu, 13 September 2026 - 23:59 WIB

Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

BERITA TERBARU