Hari Krida 2025: Masyuni Ramadhan Serukan Revolusi Pertanian dari Desa

- Redaksi

Sabtu, 21 Juni 2025 - 13:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Masyuni Ramadhan Aktivis Pertanian Dari Desa Lebeng Barat Kecamatan Pasongsongan

Masyuni Ramadhan Aktivis Pertanian Dari Desa Lebeng Barat Kecamatan Pasongsongan

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP — Di tengah tantangan regenerasi petani dan ancaman krisis pangan global, suara perubahan datang dari desa kecil di timur Pulau Madura.

Masyuni Ramadhan, S.M., Ketua Gabungan Kelompok Tani Desa (Gapoktandes) Sumber Prima, Desa Lebeng Barat, tampil memaknai Hari Krida Pertanian 21 Juni 2025 sebagai momentum kebangkitan dunia pertanian dari akar rumput.

Dalam keterangan tertulis kepada media, Sabtu (21/06/2025), Masyuni Ramadhan menyampaikan bahwa Hari Krida tidak boleh berhenti sebagai seremoni seremonial belaka, melainkan harus menjadi titik balik pembenahan menyeluruh dalam sektor pertanian.

“Hari Krida Pertanian bukan hanya seremoni, tapi momentum bagi kami para petani untuk terus berbenah. Kami di Gapoktan berkomitmen meningkatkan kualitas petani, menjaga ketahanan pangan, dan mendorong regenerasi petani muda agar pertanian tetap menjadi tulang punggung negeri,” kata Rama sapaan akrabnya, Sabtu (21/06/2025).

Dengan pendekatan kolaboratif, ia bersama kelompoknya aktif menciptakan ruang pelatihan, membina petani muda, dan mengenalkan praktik bertani yang adaptif terhadap perubahan iklim dan pasar. Gerakannya menempatkan petani sebagai aktor utama, bukan hanya objek dalam pembangunan.

“Kunci keberlanjutan ada pada regenerasi. Jika petani muda tidak diberi ruang, maka pertanian akan kehilangan masa depannya,” ujarnya.

Upaya tersebut perlahan mendapat sorotan. Narasi dari Lebeng Barat kini menjadi inspirasi di kalangan petani muda lainnya di Sumenep. Sosok Rama dianggap membawa suara baru: optimisme, perubahan, dan keberanian untuk mendobrak cara lama.

Baca Juga :  Warga Banasare Sumenep Protes Kabel Telekomunikasi Melintang di Bawah Atap Ruko, Dinilai Membahayakan

Di tengah derasnya urbanisasi dan gaya hidup instan, semangat petani muda seperti Masyuni adalah oase. Ia ingin pertanian tidak hanya menjadi mata pencaharian, tapi sumber harga diri dan kemandirian bangsa.

“Kami ingin petani tidak lagi dipandang sebelah mata. Dari desa, kami ingin buktikan bahwa ketahanan pangan nasional bisa dibangun dengan kerja keras, inovasi, dan semangat gotong royong,” pungkas Rama. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga
HUT ke-81 RI, PDI Perjuangan Sumenep Tekankan Semangat Gotong Royong dan Kerja Nyata
HUT ke-81 RI di Sumenep, Bupati Fauzi Bicara Kemerdekaan yang Harus Terasa

BERITA TERKAIT

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:21 WIB

154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:54 WIB

75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan

BERITA TERBARU